Air adalah kebutuhan pokok di pedesaan dan menjadi fokus utama pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Berdasarkan RPJMD Kabupaten Penajam Paser Utara 2005-2025, ditemukan bahwa infrastruktur air bersih dan sanitasi belum optimal, terutama dalam pelayanan PDAM. Untuk mengatasinya, pemerintah meluncurkan Program PAMSIMAS pada 2019 dengan dukungan Kementerian PUPR, menargetkan 10 desa. Meskipun memberi dampak positif pada penyediaan air minum di Babulu, program ini menghadapi hambatan yang mengurangi efektivitasnya, memunculkan pertanyaan tentang pelaksanaannya. Identifikasi ketersediaan air minum dan sanitasi di Babulu penting untuk menilai pencapaian Program PAMSIMAS. Metode pengumpulan data menggunakan survei primer dan sekunder, dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan pelayanan air mencukupi secara umum, tetapi Program PAMSIMAS dimanfaatkan sebagian kecil penduduk. Masalah termasuk kehilangan mesin pompa, kekurangan tandon, keterbatasan pipa, gangguan aliran air saat cuaca buruk, dan kebutuhan air melebihi kapasitas mesin. Mayoritas menggunakan jamban sehat permanen, namun kesadaran akan sanitasi masih rendah terkait pembuangan sampah dan air limbah.
Copyrights © 2024