Limbah organik rumah tangga dan pasar jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan mencemari lingkungan serta menimbulkan bau busuk yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Limbah organik tersebut perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik agar dapat menjadi pendorong peningkatan perekonomian bagi masyarakat. Khususnya bagi masyarakat yang berporofesi sebagai petani mengeluhkan besarnya biaya perawatan tanaman pertanian mereka karena harga pupuk kimiawi dan pestisida yang semakin mahal tidak sebanding dengan hasi panen yang diperoleh. Inovasi dalam pertanian perlu dilakukan, hal tersebut yang menjadi pendorong bagi penulis untuk melakukan pendampingan pembuatan Eco-Enzim sebagai solusi bagi petani untuk memanfaatkan limbah organic menjadi pestisida alami dan pupuk cair organik (POC)bagi tanaman pertanian pengganti pupuk kimiawi. Metode pelaksanaakan melalui kegiatan pendampingan dan bimbingan praktek pendekatan direktif atau secara langsung kepada masyarakat dengan model pemberdayaan lokal yakni memanfaatkan potensi limbah organic rumah tangga dan pasar serta potensi sumber manusia yang ada di wilayah kelurahan Simpang Baru. Hasil diperoleh bahwa Eco-Enzim dapat menjadi solusi permasalahan bagi petani. Meningkatnya keterampilan petani dalam mengelola limbah organik menjadi pupuk dan pestisida alami yang bermanfaat bagi tanaman pertanian dan tanaman hias. Hal ini tentu dapat mengurangi beban biaya modal pembelian pupuk kimiawi bagi petani karena dapat memanfaatkan Eco-Enzim sebagai pengganti. Selain itu juga dapat meningkatkan perekonomian keluarga karena produk cairan Eco-Enzim dapat dijual dan dipasarkan kepada petani lain dan masyarakat umum sebagai pupuk tanaman hias.
Copyrights © 2024