Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENAPISAN SENYAWA FITOKIMIA DAN PENGUJIAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN POHON MERAPAT Kissinger, Kissinger; Zuhud, Evrizal AM.; K, Latifah; Darusman, Darusman; Iskandar, Iskandar
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3959.032 KB)

Abstract

Hutan kerangas merupakan kumpulan vegetasi pohon di hutan hujan tropis, dicirikan antara lain oleh kandungan hara dan keanekaragaman hayati yang rendah, sehingga penggunaan pohonnya menjadi terbatas. Hutan kerangas tersebar luas di Kalimantan (misalnya Kalimantan Selatan). Salah satu jenis pohon yang dapat tumbuh dan berkembang pada kondisi ekstrim adalah merapat (Combretocarpus rotundatus). Daunnya mengandung senyawa kimia tertentu yang mengindikasikan berkemampuan fisiologis menghasilkan bioaktivitas seperti antioksidan. Sebagai konsekuesinya, hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari pemanfaatan pohon kerangas. Terkait hal tersebut, pencermatan terhadap kandungan senyawa fitokimia dan pengujian kemampuan antioksidan dilakukan terhadap sampel kering daun merapat yang berasal dari hutan kerangas di Kalimantan Selatan. Awalnya, daun kering diekstrak dengan larutan metanol menghasilkan ekstrak methanol (sampel 1), fraksinasi lanjutan dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan eluent kloroform. Fraksi kloroform yang didapatkan (sampel 2) selanjutnya difraksinasi kembali menggunakan campuran larutan etil asetat-kloroform (dengan proporsi sama), yang menghasilkan sampel 3. Pencermatan fitokimia mengungkapkan bahwa ekstrak metanol mengandung senyawa fitokimia tertentu seperti flavonoid, turunan phenol, hidrokuinon, tanin dan triterpenoid, yang berperan sebagai antioksidan. Ekstrak metanol (sampel 1) menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan memberikan reaksi reduksi terhadap pelepasan radikal bebas oleh Difenil Pikril Hidrazil Hidrat (DPPH) (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl), walaupun penggunaan dari fraksi kloroform (sampel 2) dan fraksi lanjutan etil asetat-kloroform (sampel 3) sangat rendah. Penghambatan radikal bebas dari DPPH pada tingkat 50% (IC 50) oleh ekstrak metanol terjadi pada konsentrasi 21,823 ppm. Sementara itu, vitamin C dan BHT sebagai kontrol aktivitas antioksidan terbentuk lebih efisien pada konsentrasi di bawah 21,823 ppm (berturut-turut pada konsentrasi 6,738 ppm dan 6,279 ppm). Bagaimanapun, nilai IC 50 tersebut memberikan penjelasan kuat bahwa potensi bioaktivitas ekstrak metanol daun merapat dapat digunakan sebagai antioksidan. Kata kunci : Hutan kerangas, jenis pohon merapat, daun, antioksidan, DPPH-pelepas radikal bebas, kontrol antioksidan, vitamin C dan BHT
PENGARUH POLA KONSUMSI, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI TERHADAP MENSTRUASI PERTAMA (Studi Kasus Pada Remaja Putri Kelas 1 SMP) Darusman, Darusman; Rafsanjani, T M
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.567 KB) | DOI: 10.32672/makma.v1i1.632

Abstract

Menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa yang penting pada pubertas anak gadis yang menjadi pertanda biologis dari kematangan seksual. Pengamatan awal pada 10 orang remaja putri di SMP Negeri 1 Sinabang diketahui status gizinya baik, dengan postur tubuh ideal. Beberapa diantaranya telah mengalami menstruasi pada umur 12 tahun, namun masih ditemukan remaja yang mengalami mentruasi itu dengan tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola konsumsi, aktivitas fisik dan status gizi terhadap Menarche. Penelitian ini bersifat deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMPN 1 Simeulue Timur, sebanyak 67 siswi, dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi, penelitian dilakukan pada tanggal 27 Januari s/d 03 Februari 2016. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh pola konsumsi makanan dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,041 ? ?= 0,05, tidak ada pengaruh kebiasaan aktivitas fisik dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,563 ? ? = 0,05 dan terdapat pengaruh status gizi dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,039 ? ?= 0,05. Diharapkan kepada remaja putri SMP Negeri 1 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue agar memperhatikan gaya hidup, pola makan dan peningkatan pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi menstruasi pertama.Kata Kunci: Menstruasi, Remaja, Perilaku.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PENYAKIT SCABIES PADA NELAYAN DI DESA RHEUM BAROH KABUPATEN BIREUEN Masyudi, Masyudi; Darusman, Darusman
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.908 KB) | DOI: 10.32672/makma.v1i2.816

Abstract

Berdasarkan data yang didapatkan di Puskesmas, daf tar 10 penyaki t terbesar di Puskesmas Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen Tahun 2016 sampai Maret Tahun 2017 peny aki t kulit skabies merupakan salah satu dari 10 penyaki t terbanyak. Menurut survei awal peneliti di Desa Rheum Baroh kabupaten Bireuen Tahun 2017 saat melakukan wawancara, didapatkan 10 dari 15 orang nelayan tidak memperdulikan penyakit kulit apa yang sedang dialami, dan 5 orang nelayan lainnya mereka mereka mengatakan penyakit skabies itu adalah penyakit biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Penelitian ini bersifat Survei Analitik dengan desain cross sectional studi. Dengan jumlah Sampel yang diambil yaitu 51 responden. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Tempat penelitian ini dilakukan di Desa Rheum Baroh Kabupaten Bireuen Tahun 2017. Dari hasil uji statistik chi-square dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Lama Bekerja terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,029 < 0,05), antara Hubungan Personal Hygiene terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,001 < 0,05), dan antara Sanitasi Lingkungan terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,008 < 0,05), di Desa Rheum Baroh Kabupaten Bireuen Tahun 2017. Diharapkan kepada nelayan untuk meningkatkan pengetahuan tentang personal hygienenya dalam bekerja maupun di rumah tangga masing-masingKata Kunci: Penyakit Scabies. Pekerjaan.
Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan Jenjang Kepangkatan di Universitas Syiah Kuala Andini, Rita; Safitri, Rini; T, Ade; Ikhsan Sulaiman, Muhammad; Olivia, Monita; L, Erika; Pardede, Pardede; Afifuddin, Muhammad; Suhendrayatna, Suhendrayatna; Darusman, Darusman
Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK) Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jpk.v2i3.12665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sivitas akademika Universitas Syah Kuala untuk mencapai jenjang Kepala Dosen (LK) dan Guru Besar/Guru Besar. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam menentukan kebijakan tingkat kepangkatan berdasarkan Pengarusutamaan Gender (PUG). Program PUG yang telah dilaksanakan secara eksplisit dalam 'Gender Equality Plans in (Marine) Research Projects' atau disingkat Baltic Gender yang didanai dari program Horizon 2020 Uni-Europe dapat dijadikan acuan sebagai program 'stimulasi' bagi dosen perempuan dan peneliti untuk dapat mengembangkan kapasitas dan daya saingnya. Fasilitas kelembagaan yang mempertimbangkan beban ganda bagi dosen perempuan dapat ditindaklanjuti dengan memberikan fasilitas 'penitipan anak' hingga jam kerja normal, bagi dosen dan staf yang memiliki anak usia pra sekolah sehingga dosen perempuan juga dapat terlibat aktif dalam kegiatan produktif. dan kegiatan penelitian yang dinamis. . Selain itu, program insentif dana penelitian yang mempertimbangkan 'insentif' untuk pembayaran fasilitas penitipan anak selain insentif tambahan untuk dana penelitian dan publikasi juga dapat dipertimbangkan untuk dosen perempuan dengan beban ganda; khususnya yang berstatus single parent dengan jabatan Ketua Lektor. Namun, 'creme de la-creme' adalah semua kebijakan yang tertulis secara eksplisit ramah gender bagi dosen perempuan yang memiliki kekuatan hukum tetap dan ditandatangani oleh pimpinan tertinggi yang mengikat mereka pada jenjang turunannya tanpa mengurangi kondusifitas akademik (penelitian dan pendidikan) suasana. Karena sebuah kematian tanpa aturan yang mengikat secara formal dari sebuah institusi sangat penting untuk keberlangsungan di masa yang akan datang (sustainability). Hal ini dapat dikategorikan sebagai bentuk transformasi kelembagaan sekaligus sebagai bentuk nyata kepedulian para pemimpin tingkat tinggi, tentunya akan berdampak positif dalam jangka panjang terkait dengan target Unsyiah untuk mencapai World Class University Based Imtaq.
PENGARUH POLA KONSUMSI, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI TERHADAP MENSTRUASI PERTAMA (Studi Kasus Pada Remaja Putri Kelas 1 SMP) Darusman, Darusman; Rafsanjani, T M
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i1.632

Abstract

Menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa yang penting pada pubertas anak gadis yang menjadi pertanda biologis dari kematangan seksual. Pengamatan awal pada 10 orang remaja putri di SMP Negeri 1 Sinabang diketahui status gizinya baik, dengan postur tubuh ideal. Beberapa diantaranya telah mengalami menstruasi pada umur 12 tahun, namun masih ditemukan remaja yang mengalami mentruasi itu dengan tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola konsumsi, aktivitas fisik dan status gizi terhadap Menarche. Penelitian ini bersifat deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMPN 1 Simeulue Timur, sebanyak 67 siswi, dan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi, penelitian dilakukan pada tanggal 27 Januari s/d 03 Februari 2016. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh pola konsumsi makanan dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,041 ≤ α= 0,05, tidak ada pengaruh kebiasaan aktivitas fisik dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,563 ≥ α = 0,05 dan terdapat pengaruh status gizi dengan menstruasi pertama, dengan P-value = 0,039 ≤ α= 0,05. Diharapkan kepada remaja putri SMP Negeri 1 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue agar memperhatikan gaya hidup, pola makan dan peningkatan pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi menstruasi pertama.Kata Kunci: Menstruasi, Remaja, Perilaku.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PENYAKIT SCABIES PADA NELAYAN DI DESA RHEUM BAROH KABUPATEN BIREUEN Masyudi, Masyudi; Darusman, Darusman
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.816

Abstract

Berdasarkan data yang didapatkan di Puskesmas, daf tar 10 penyaki t terbesar di Puskesmas Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen Tahun 2016 sampai Maret Tahun 2017 peny aki t kulit skabies merupakan salah satu dari 10 penyaki t terbanyak. Menurut survei awal peneliti di Desa Rheum Baroh kabupaten Bireuen Tahun 2017 saat melakukan wawancara, didapatkan 10 dari 15 orang nelayan tidak memperdulikan penyakit kulit apa yang sedang dialami, dan 5 orang nelayan lainnya mereka mereka mengatakan penyakit skabies itu adalah penyakit biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Penelitian ini bersifat Survei Analitik dengan desain cross sectional studi. Dengan jumlah Sampel yang diambil yaitu 51 responden. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Tempat penelitian ini dilakukan di Desa Rheum Baroh Kabupaten Bireuen Tahun 2017. Dari hasil uji statistik chi-square dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Lama Bekerja terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,029 0,05), antara Hubungan Personal Hygiene terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,001 0,05), dan antara Sanitasi Lingkungan terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,008 0,05), di Desa Rheum Baroh Kabupaten Bireuen Tahun 2017. Diharapkan kepada nelayan untuk meningkatkan pengetahuan tentang personal hygienenya dalam bekerja maupun di rumah tangga masing-masingKata Kunci: Penyakit Scabies. Pekerjaan.
Hubungan antara Kompetensi Profesional Guru dan Budaya Organisasi dengan Kinerja Guru di SD Gugus 10 Kota Prabumulih Darusman, Darusman; Harapan, Edi; Tahrun, Tahrun
Journal of Education Research Vol. 1 No. 3 (2020): December 2020
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.906 KB) | DOI: 10.37985/joe.v1i3.20

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kontribusi variabel profesionalisme dan budaya organisasi di sekolah terhadap kinerja guru SD di Gugus 10 Kota Prabumulih. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) terdapat hubungan signifikan antara kompetensi professional dengan kinerja guru; 2) terdapat hubungan signifikan antara budaya organisasi di sekolah dengan kinerja guru SD di Gugus 10 Kota Prabumulih; 3) terdapat hubungan signifikan antara kompetensi profesional dan budaya organisasi dengan kinerja guru SD di Gugus 10 Kota Prabumulih
Hubungan antara Kompetensi Profesional Guru dan Budaya Organisasi dengan Kinerja Guru di SD Gugus 10 Kota Prabumulih Darusman, Darusman; Harapan, Edi; Tahrun, Tahrun
Journal of Education Research Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/joe.v1i3.20

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kontribusi variabel profesionalisme dan budaya organisasi di sekolah terhadap kinerja guru SD di Gugus sepuluh Kota Prabumulih. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: terdapat hubungan signifikan antara kompetensi professional dengan kinerja guru;  terdapat hubungan signifikan antara budaya organisasi di sekolah dengan kinerja guru SD di Gugus sepuluh Kota Prabumulih; terdapat hubungan signifikan antara kompetensi profesional dan budaya organisasi dengan kinerja guru SD di Gugus sepuluh Kota Prabumulih
The Effect of Technological Innovation on Business Sustainability Based on Society 5.0 Dimension: New Decision Making Methods Fuad, Muhammad; Darusman, Darusman; Kurniasari, Fita; Agung Madepo, Mahardika
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 3 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v3i2.1493

Abstract

This study aims to analyze the relationship between technological innovation, business decision-making, and sustainability in the context of Society 5.0. Mixed methods approaches are used to gain a deep and diverse understanding of these complex interactions. The data collection was done through online surveys and in-depth interviews. Quantitative analysis uses regression to examine the relationship between technological innovation adoption and sustainable business decision-making. Qualitative analysis was performed using a thematic approach to interview transcripts. The results of the analysis show that there is a positive and significant correlation between the level of technological innovation adoption and the effectiveness of sustainable business decision-making. Qualitative results reveal stakeholder views on the impact of technological innovation on business implementation and decision-making challenges. The conclusion of this study highlights the important role of technological innovation in achieving sustainable business goals, providing guidance for the development of adaptive business strategies in an age of technological change and society.
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Manajemen PKRS Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh Suriani, Suriani; Darusman, Darusman
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i3.1508

Abstract

Hospitals are public services that are chosen by the community to obtain health services. To choose the type of service in the hospital, patients and their families need knowledge about the flow of services, types of services, completeness of medical personnel, facilities and infrastructure of medical devices. Health promotion in hospitals is very important in an effort to improve the quality and quantity of services for the community. The importance of monitoring and evaluating the performance of PKRS management is an illustration of the implementation of the hospital health promotion system in accordance with PKRS Technical Guidelines No. 4 of 2012 and Permenkes No. 44 of 2018. Bhayangkara Hospital formed a PKRS Team to carry out all PKRS activities both at the hospital and outside the hospital. In this study, the subject of research was the PKRS Team as the management of PKRS implementation based on the Decree of the hospital Director. The research was conducted with in-depth interviews with resource persons from Subbag. Binfung as the Chairperson of the PKRS Team and staff, document review of the Director's decree on the PKRS organizational structure, monitoring and evaluation to serve as the basis for formulating PKRS management performance evaluation. The results showed that the PKRS Bhayangkara Team consisting of 3 Kaur who handle PKRS activities together have never conducted monitoring and evaluation of PKRS management performance.