Pendidikan seksual adalah topik yang penting dan relevan dalam konteks pendidikan remaja. Pada masa remaja, siswa mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan, serta mulai menjelajahi dan mengembangkan identitas seksual mereka. Oleh karena itu, penting bagi siswa SMA untuk mendapatkan pendidikan seksual yang komprehensif dan terinformasi.Pendidikan seksualitas memberikan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai kepada anak-anak dan remaja untuk melindungi kesehatan mereka, mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang saling menghormati, membuat pilihan yang bertanggung jawab, memahami dan melindungi hak-hak orang lain. Selain itu, pendidikan seksualitas juga membantu mereka mempersiapkan dan mengelola perubahan fisik dan emosional seiring pertumbuhan mereka, termasuk selama masa pubertas dan remaja, sambil mengajari mereka tentang rasa hormat, persetujuan, dan tempat yang tepat untuk mencari bantuan jika diperlukan. Hal ini pada gilirannya mengurangi risiko kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perilaku Anak (KPPPA) dan Komnas Perempuan menunjukkan adanya kasus kekerasan seksual yang masih tinggi di Indonesia. Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencatat adanya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di dunia pendidikan. Menurut Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, pendidikan seksual pada anak sangat penting untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual di masa depan. Hal ini disebabkan oleh minimnya informasi mengenai pendidikan seksual sejak dini yang dapat menyebabkan efek negatif. Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul "Pendidikan Seksualitas Pada Remaja di SMAN 1 Blang Jruen Tanah Luas Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara". Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menganalisis kondisi pendidikan seksualitas remaja di SMAN 1 Blang Jruen, termasuk tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait seksualitas, serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja tentang anatomi tubuh, fungsi reproduksi, kesehatan reproduksi, kontrasepsi, perlindungan diri, dan tanggung jawab dalam hubungan seksual.
Copyrights © 2024