Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada 18 Maret 2024 teridentifikasi beberapa masalah pembelajaran. Masalah tersebut meliputi pembelajaran yang berpusat pada guru dengan metode ceramah dan media yang monoton, menyebabkan siswa menjadi pasif dan mudah bosan. Selain itu, perbedaan karakteristik siswa, kurangnya keterlibatan dalam pembelajaran, dan ketidakaktifan siswa turut mempengaruhi hasil belajar. tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Pancasila dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pendidikan pancasila melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dipilih karena permasalahan yang terjadi di lingkungan kelas dan bertujuan untuk mengatasi kendala dalam proses pembelajaran melalui interaksi langsung antara guru dan siswa. Hasil penelitian bahwa penerapan model pembelajaran berdiferensiasi di kelas II SDN 1 Brengkok menunjukkan hasil signifikan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi "Kita Beragam Tetapi Tetap Satu". Aktivitas guru meningkat dari 82% di siklus I menjadi 92% di siklus II, sedangkan aktivitas siswa naik dari 71% menjadi 84%. Hasil belajar siswa juga meningkat; ketuntasan klasikal naik dari 73% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II, peningkatan ini menunjukkan model pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.
Copyrights © 2024