Desa Ngliman terletak di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Desa ini memiliki potensi penghasil mawar terbesar di Karisidenan Kediri, namum budidaya ini belum maksimal karena minimnya pengetahuan para petani di desa ini. Mayoritas para petani belum memiliki pengetahuan di bidang teknologi untuk mengembangkan budidaya panen mawar. Permasalahan yang ada adalah menurunnya tingkat produktivitas tanaman mawar dan belum adanya penggunaan teknologi sebagai katalisator. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini melakukan inovasi dengan menggabungkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan terkait budidaya mawar dengan memanfaatkan teknologi yaitu IoT dan Sensor. Hasil penggabungan ini diharapkan dapat memaksimalkan hasil panen tanaman mawar dengan menggunakan inovasi yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat. Metode yang digunakan saat pelaksanaan pengabdian masyarakat ada 7 (tujuh) tahap yaitu survei lokasi pengabdian, brainstorming ide, penerapan brainstorming ide, monitoring hasil penerapan lapangan, analisis hasil monitoring, sosialisasi hasil analisa kepada petani, memilih pionerr. Hasil program pengabdian masyarakat, budidaya tanaman mawar dengan menggunakan controlling secara keseluruhan menggunakan teknologi dapat meningkatkan produktivitas tanaman mawar. Selain itu, kualitas hasil panen juga lebih baik. Kualitas mawar dilihat dari visualisasi diameter kelopak bunga, warna kelopak bunga dan jumlah kelopak bunga dalam satu tangkai.
Copyrights © 2023