Desa Pasir Kemilu kaya akan warisan budaya yang meliputi tarian, adat istiadat, dan permainan tradisional, yang mencerminkan identitas dan sejarah komunitas lokal. Namun, modernisasi telah menyebabkan penurunan minat terhadap tradisi ini, terutama di kalangan generasi muda. Tanpa upaya serius untuk melestarikan budaya lokal, identitas budaya desa-desa ini berisiko memudar. Artikel ini membahas metode pelestarian budaya melalui pelatihan dan kompetisi gasing tradisional sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa UNRI. Pelatihan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali minat komunitas terhadap permainan ini serta menanamkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian ini. Hasilnya menunjukkan peningkatan minat dan keterlibatan generasi muda dalam melestarikan tradisi gasing, serta penguatan identitas budaya Desa Pasir Kemilu. Kompetisi gasing yang diadakan setelah pelatihan menjadi momentum penting untuk mempromosikan dan menghargai warisan budaya ini. Program ini tidak hanya berhasil mengalihkan perhatian generasi muda dari permainan modern, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya lokal di era globalisasi.
Copyrights © 2024