Matius 23:2-7 merupakan bagian dari kritik sosio-religius Yesus terhadap ‘kemunafikan‘ ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang menggunakan status dan posisi mereka untuk menindas, mencelakakan, serta tidak melakukan buah-buah pengajaran mereka sendiri. Matius menggambarkan Yesus sebagai pemenuhan hukum dengan menafsirkannya sesuai dengan maksud dan tujuan yang sebenarnya. Secara khusus, Yesus menegaskan bahwa setiap detail hukum Musa harus dipertimbangkan dalam terang dua perintah terbesar, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Melalui penelitian kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis), teks ini berusaha menganalisis bentuk toxic leadership pada nats tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa para pemuka agama memiliki setidaknya tiga karakter toxic, yakni integritas palsu, eksploitasi hukum dan narsisistik.
Copyrights © 2023