Teori Trickle Down Effect sudah dianggap menemui kematiannya sendiri pada tahun 1970an. Anggapan ini membuat teori ini jarang digunakan lagi untuk pembangunan pada era ini. Teori ini dianggap memiliki banyak kekurangan di berbagai lini. Seperti terlalu menguntungkan pemilik modal atau negara-negara yang menjadi lokomotif. Teori ini berkembang ketika Amerika mengalami semacam kejatuhan ekonomi yang disebut sebagai the great depression. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan kembali apakah teori trickle down effect masih dipraktikan dan berdampak positif sebagi formulasi pembangunan di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif dengan mengambil lokasi di Ponorogo dan Madiun. Peneliti juga menambahkan studi kepustakaan untuk menambah kekayaan data guna membuktikan praktik teori trickle down effect. Hasil yang didapat adalah bahwa teori trickle down effect masih diaplikasikan untuk pembangunan di era modern. Konsep yang digunakan adalah fokus pada satu pusat pertumbuhan, invisible hand, peniruan, menghasilkan trickle down effect, dan pajak.
Copyrights © 2024