Siswa slow learners memiliki hambatan dalam pembelajaran di sekolah inklusi sehingga membutuhkan bantuan guru pendamping khusus (GPK). Guru pendamping khusus (GPK) di Kabupaten Magetan mengalami kesulitan dalam memahami hambatan, penanganan serta strategi pembelajaran bagi siswa slow learners. Tujuan tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Madiun yaitu melakukan pendampingan bagi Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam menangani hambatan dan strategi pembelajaran siswa slow learnes di sekolah inklusi. Sasaran dari PKM ini adalah 56 guru pendamping khusus. Tahapan yang dilakukan pada PKM ini adalah 1) Pembukaan, 2) Sambutan kepala Dinas, 3) Doa, 4) Penyampainan materi, 5) Penutup, 6) Evaluasi tingkat pemahaman Guru Pendamping Khusus (GPK) mengenai materi. Metode evaluasi yang dilakukan adalah dengan mengisi kuesioner melalui google form sejumlah 10 pertanyaan. Kegiatan ini dilakukan dengan diskusi dan tanya jawab secara interaksif. Guru pendamping khusus (GPK) antusias menceritakan kondisi siswa slow learners di sekolah masing-masing. Hasil dari PKM ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru mengenai hambatan, penanganan serta strategi pembelajaran bagi siswa slow learners dengan jumlah persentase kriteria kurang baik 13%, kriteria baik 23% dan kriteria sangat baik 64%.
Copyrights © 2024