Salah satu desa dengan tingkat pengelolaan sampah yang terbilang buruk adalah Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah masih tergolong sangat rendah, dibuktikan dengan perilaku membuang sampah sembarangan, membakar sampah dan membuangnya di aliran parit di depan rumah, mencampur adukkan sampah organik dan anorganik, serta sebagian besar rumah tidak memiliki tempat sampah di depan rumah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menumbuhkan pembiasaan baru pada masyarakat agar mampu dan memiliki sikap dalam mengelola sampah minimal dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut yakni dengan kegiatan pendampingan pengelolaan sampah berbasis evidence–based training. Adapun metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan pendampingan antara lain: 1) Ekspositori, 2) Lokakarya, 3) Demonstrasi, 4) Live Case Practice, dan 4) Focused Group Discussion. Hasil dari pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan perubahan sikap, perilaku, dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dimulai dari sampah rumah tangga ditunjukkan dengan perilaku memilah sampah, membuang sampah pada tempat pembuangan akhir, dan mendaur ulang sampah.
Copyrights © 2024