Data tentang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah Kota Sukabumi menunjukkan bahwa secara berturut-turut dari tahun 2020-2022, yaitu: 11,15%, 7,07%, dan 7,39%. Angka tersebut merupakan angka yang masih cukup besar. Di mana sebagian besar di antaranya merupakan pengangguran intelektual yang berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi Vokasi. Tingginya tingkat pengangguran berakar pada kurangnya ketersediaan lapangan kerja dan kualitas lulusan lembaga pendidikan. Oleh karena itu, data tersebut merupakan alasan rasional dan pentingnya dilakukan penelitian. Berdasarkan pada akar permasalahan, dirumuskan dua masalah yaitu: 1) bagaimana proses penanaman lima nilai karakter budaya Sunda?; 2) bagaimana pelaksanaan pendidikan kewirausahaan yang diintegrasikan dengan internalisasi lima nilai karakter budaya Sunda?. Diharapkan penelitian ini dapat mendeskripsikan proses proses penanaman lima nilai karakter budaya Sunda melalui proses pendidikan kewirausahaan secara terintegrasi di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif naturalistik dengan metode kualitatif. Data digali dan dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dalam tiga tahap (mereduksi data, memvisualisasikan data dan menarik kesimpulan/verifikasi data). Sesuai dengan hasil penelitian, bahwa proses internalisasi lima nilai karakter yang berakar dari budaya Sunda di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath dilaksanakan secara terprogram dan terpadu dalam pendidikan kewirausahaan melalui jalur formal dan informal.
Copyrights © 2024