cover
Contact Name
Illa Susanti
Contact Email
jurnal.stais@gmail.com
Phone
+6285921157533
Journal Mail Official
jurnal.stais@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Leles No. 117 Ds. Haruman Kec. Leles, Kab. Garut, Jawa Barat 44152
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 30316596     DOI : https://doi.org/10.62070/kaipi
Core Subject : Religion, Education,
Kumpulan Artikel Ilmu Pendidikan Islam (KAIPI) is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Education in Academic disciplines and Institutions, focusing on advancing formal and non-formal education scholarship. Topics might be about Islamic educational studies in madrasah (Islamic schools), Pesantren (Islamic boarding school), and Islamic education in university.
Articles 32 Documents
Melampaui Ambisi Pribadi: Mengubah Kepemimpinan dalam Pendidikan dari Agenda yang Didorong oleh Ego Komarudin, Tedy Sutandy
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini mengulas studi literatur terkait pentingnya mengubah kepemimpinan dalam pendidikan agar tidak didorong oleh ambisi pribadi dan ego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis pelayanan dan kolaboratif memiliki dampak positif pada prestasi siswa, hubungan antar anggota tim, dan iklim pendidikan secara keseluruhan. Temuan penelitian juga menekankan pentingnya integritas, etika, dan pengelolaan ego dalam kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan yang mencerminkan nilai-nilai etika mampu memberikan contoh yang baik bagi siswa dan anggota tim. Selain itu, pengelolaan ego yang baik membantu pemimpin dalam pengambilan keputusan yang lebih bijaksana dan membangun hubungan yang harmonis. Studi literatur juga menyoroti perlunya perubahan budaya organisasi menuju kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif. Budaya yang mendorong partisipasi aktif, komunikasi terbuka, dan kerja sama tim berkontribusi pada peningkatan pencapaian siswa dan kepuasan anggota tim. Dalam rangka memajukan pendidikan, penting bagi pemimpin pendidikan untuk melampaui ambisi pribadi dan menerapkan pendekatan kepemimpinan yang berfokus pada pelayanan, kolaborasi, nilai-nilai etika, dan pengelolaan ego yang baik. Dengan demikian, dapat tercipta lingkungan pendidikan yang inklusif, partisipatif, dan mendukung perkembangan holistik siswa.
Integrasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Pendidikan Karakter di Era Digital Eryandi, Eryandi
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i1.27

Abstract

Penelitian ini berfokus pada integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan karakter di era digital, sebuah era yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang pesat. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai keislaman dapat diintegrasikan secara efektif dalam pendidikan karakter bagi generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan survei lapangan di beberapa sekolah yang telah menerapkan integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan karakter dapat dilakukan melalui beberapa strategi, seperti pengembangan kurikulum yang mencakup nilai-nilai keislaman, penggunaan media digital dalam pengajaran, dan pembentukan lingkungan sekolah yang mendukung. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan media digital, seperti aplikasi pembelajaran dan media sosial, sangat efektif dalam menarik minat siswa dan menyampaikan nilai-nilai keislaman secara kontemporer. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkapkan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam integrasi nilai-nilai keislaman, seperti keterbatasan sumber daya, perbedaan interpretasi nilai keislaman, dan tantangan dalam mengontrol konten digital. Namun, dengan pendekatan yang tepat, integrasi nilai-nilai keislaman dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang Islam, memperkuat karakter mereka, dan membantu mereka menghadapi tantangan moral dan etis di era digital. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan agama Islam dengan memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai keislaman dapat diintegrasikan dalam pendidikan karakter di era digital, serta menawarkan rekomendasi bagi pendidik dan pembuat kebijakan Pendidikan.
Maqǡlat Luqmǡn Spektrum Pedagogis Dialogis Freire Asep, Asep Muharam
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i1.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Maqālat Luqmān atau Hikmah Lukman melalui perspektif filosofis pedagogis dialogis Freire, sebuah pendekatan yang menggabungkan filsafat pendidikan Paulo Freire dengan kearifan klasik Luqmān. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara hikmah Luqmān yang legendaris, yang jumlahnya mencapai dua belas ribu, dengan prinsip-prinsip dialogis yang diusulkan oleh Freire. Dalam analisis ini, penulis memilih beberapa Maqālat Luqmān yang relevan dengan konsep-konsep kunci dalam pemikiran Freire, termasuk Cinta (Love), Kerendahan Hati (Humility), Iman atau Kepercayaan (Faith/Trust), Harapan (Hope), dan Berpikir Kritis (Critical Thinking). Penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam Maqālat Luqmān terdapat unsur-unsur yang sejalan dengan dialogis Freire, menunjukkan adanya kesesuaian antara ajaran kuno dan pendekatan pendidikan modern. Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti bagaimana Maqālat Luqmān, khususnya nasihat-nasihat Luqmān kepada putranya, dapat diinterpretasikan sebagai kurikulum pendidikan terpadu yang holistik. Maqālat Luqmān tidak hanya mencakup aspek pendidikan iman dan doktrin, tetapi juga praktik ibadah dan etika. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam memahami Maqālat Luqmān, tidak hanya sebagai kumpulan ajaran moral dan spiritual, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk pendekatan pendidikan yang lebih dialogis dan reflektif, sesuai dengan gagasan pendidikan kritis yang dikemukakan oleh Paulo Freire. Ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan kearifan klasik dengan metode pendidikan kontemporer dalam menciptakan pengalaman belajar yang kaya dan bermakna.
Pengembangan Model Pembelajaran Blended Learning dalam Mata Pelajaran Agama Islam Zamjani, Deni
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model pembelajaran blended learning dalam mata pelajaran Agama Islam di tingkat sekolah menengah. Dalam konteks pendidikan masa kini, di mana teknologi informasi menjadi bagian integral dari kehidupan siswa, penerapan model blended learning diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran Agama Islam. Model ini menggabungkan metode pengajaran tatap muka tradisional dengan aktivitas pembelajaran online yang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimental. Sampel penelitian meliputi siswa sekolah menengah di tiga sekolah yang telah menerapkan model blended learning dalam pembelajaran Agama Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan tes untuk menilai peningkatan pemahaman konsep agama dan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model blended learning secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pelajaran Agama Islam. Siswa menunjukkan peningkatan dalam skor tes dan keaktifan dalam diskusi online, menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran mendukung pemahaman yang lebih dalam dan keterlibatan aktif siswa. Selain itu, respon siswa terhadap metode blended learning ini sangat positif. Mereka merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam pembelajaran karena adanya variasi dalam penyampaian materi dan kemampuan untuk mengakses sumber belajar secara lebih luas. Guru juga melaporkan bahwa model ini memudahkan mereka dalam menyesuaikan materi dengan kebutuhan individu siswa dan memberikan umpan balik yang lebih efektif. Kesimpulannya, pengembangan model pembelajaran blended learning dalam mata pelajaran Agama Islam menawarkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital.
Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Tantangan Radikalisme di Kalangan Remaja Ulum, Miftahul
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i1.31

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peranan pendidikan Agama Islam dalam menghadapi tantangan radikalisme di kalangan remaja. Dengan latar belakang meningkatnya kasus radikalisme yang mempengaruhi remaja di berbagai belahan dunia, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pendidikan Agama Islam dapat berkontribusi dalam mencegah penyebaran paham radikal di kalangan muda. Metode yang digunakan adalah kualitatif, melalui wawancara mendalam dan studi literatur, untuk mengumpulkan data dari pelajar, pendidik, dan ahli dalam bidang pendidikan Islam dan studi radikalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Agama Islam yang efektif dan holistik berperan penting dalam membentuk pemahaman yang moderat dan inklusif tentang Islam. Pendidikan yang menekankan pada pemahaman mendalam tentang ajaran Islam, termasuk nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan keberagaman, terbukti efektif dalam menangkal narasi radikal. Selain itu, pendekatan pendidikan yang menggabungkan diskusi terbuka tentang isu-isu kontemporer, termasuk radikalisme, mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memahami kompleksitas masalah tersebut dalam konteks yang lebih luas. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan keluarga dan komunitas bersama sekolah dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam sangat krusial. Program pendidikan yang melibatkan dialog antara pelajar, keluarga, dan masyarakat memperkuat fondasi keagamaan yang sehat dan mencegah kerentanan terhadap radikalisme. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan Agama Islam yang komprehensif, yang mempromosikan pemahaman mendalam dan kritis tentang ajaran Islam, bersama dengan keterlibatan aktif dari keluarga dan komunitas, merupakan kunci dalam mencegah penyebaran paham radikal di kalangan remaja. Penelitian ini menawarkan wawasan penting bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pendidikan yang efektif untuk menghadapi tantangan radikalisme di kalangan muda.
Pentingnya Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kesadaran Sosial dan Kemanusiaan Jamil, Sofwan; Irawati, Irawati; Taabudilah, Moch Hilman; Haryadi, Rofiq Noorman
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Pendidikan Agama
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i2.32

Abstract

Artikel ini mengkaji peranan penting pendidikan Agama Islam dalam membentuk kesadaran sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pendekatan analisis literatur dan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan Agama Islam tidak hanya menyediakan pengetahuan religius, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan etika dalam konteks masyarakat. Penelitian ini meninjau berbagai sumber literatur, termasuk publikasi ilmiah, buku, dan artikel jurnal, serta melakukan observasi langsung pada beberapa institusi pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Agama Islam berkontribusi signifikan dalam pengembangan empati, kerjasama, dan solidaritas sosial di kalangan siswa. Materi pendidikan yang diintegrasikan dengan aspek sosial dan etika Islam memungkinkan siswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan dalam artikel ini juga mengungkap bagaimana pendidikan Agama Islam membekali individu dengan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai kemanusiaan seperti keadilan sosial, kesetaraan, dan pentingnya kontribusi positif terhadap masyarakat. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa pendidikan Agama Islam memainkan peran vital dalam membentuk kesadaran sosial dan kemanusiaan. Nilai-nilai etika dan moral yang diajarkan dalam pendidikan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman religius, tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk pembangunan masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang peran pendidikan agama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai sosial dalam konteks masyarakat modern.
Pemahaman Konsep Tawhid dan Implementasinya dalam Kehidupan Sehari-hari Juita, Dewi Rika
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Pendidikan Agama
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i2.33

Abstract

Artikel ini berfokus pada studi mendalam mengenai konsep Tawhid dalam Islam dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Tawhid, yang merupakan inti ajaran Islam, menggarisbawahi prinsip monoteisme — keyakinan absolut bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan. Konsep ini tidak hanya fundamental dalam teologi Islam, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk pandangan dunia dan perilaku umat Islam. Melalui pendekatan kualitatif, studi ini menelusuri bagaimana pemahaman Tawhid dapat mempengaruhi aspek-aspek berbeda dari kehidupan, seperti ibadah, etika, interaksi sosial, dan pengambilan keputusan. Pemahaman mendalam tentang Tawhid membawa implikasi bahwa setiap tindakan dan keputusan di dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya merefleksikan kepercayaan pribadi, tetapi juga merupakan manifestasi dari pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa. Hal ini menunjukkan bahwa Tawhid bukan hanya konsep yang diperdebatkan dalam lingkup teologis, tetapi juga praktis dan relevan dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Tawhid berperan dalam memandu umat Islam untuk menjalani kehidupan yang etis dan bertanggung jawab, di mana setiap keputusan diambil dengan pertimbangan bahwa Allah adalah pusat dari segala keberadaan. Dengan demikian, Tawhid menginspirasi umat Islam untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beribadah, bertindak dalam masyarakat, atau dalam mengambil keputusan yang sulit. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih dalam tentang Tawhid tidak hanya penting untuk pengembangan spiritual individu, tetapi juga untuk memperkuat kohesi sosial dan mempromosikan etika bersama. Studi ini menawarkan wawasan yang berharga tentang bagaimana ajaran Islam, khususnya Tawhid, dapat diterapkan dalam konteks kehidupan modern, memberikan panduan tidak hanya untuk ibadah tetapi juga untuk interaksi sehari-hari dengan dunia.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Toleransi Beragama Tohari, Hendra
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Pendidikan Agama
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i2.34

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran krusial dalam membentuk landasan toleransi beragama di tengah keragaman masyarakat. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan Agama Islam tidak hanya menyampaikan ajaran dasarnya sendiri, tetapi juga bagaimana menghargai dan menghormati keyakinan lain. Dengan menelaah sejarah dan prinsip dasar Islam yang menekankan toleransi dan perdamaian, artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana ajaran-ajaran ini tercermin dalam kurikulum pendidikan Agama Islam. Melalui analisis kurikulum dan metodologi pengajaran, artikel ini mengungkap bagaimana konsep toleransi diintegrasikan dalam pendidikan Islam, memberikan contoh konkret dari lembaga pendidikan yang berhasil menerapkan pendekatan ini. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pendidikan toleransi ini dan solusi potensial untuk mengatasinya. Penekanan diberikan pada pentingnya mendidik generasi muda dengan pemahaman yang luas dan inklusif tentang toleransi beragama sebagai kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis. Melalui pendekatan ini, pendidikan Agama Islam dapat menjadi alat yang efektif untuk mengatasi prasangka dan mempromosikan pengertian antar umat beragama.
Pendidikan Karakter melalui Pendekatan Holistik terhadap Pembelajaran Etika dan Moral dalam Islam Shofiyyah, Nilna Azizatus
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v2i2.35

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran krusial dalam membentuk landasan toleransi beragama di tengah keragaman masyarakat. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan Agama Islam tidak hanya menyampaikan ajaran dasarnya sendiri, tetapi juga bagaimana menghargai dan menghormati keyakinan lain. Dengan menelaah sejarah dan prinsip dasar Islam yang menekankan toleransi dan perdamaian, artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana ajaran-ajaran ini tercermin dalam kurikulum pendidikan Agama Islam. Melalui analisis kurikulum dan metodologi pengajaran, artikel ini mengungkap bagaimana konsep toleransi diintegrasikan dalam pendidikan Islam, memberikan contoh konkret dari lembaga pendidikan yang berhasil menerapkan pendekatan ini. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pendidikan toleransi ini dan solusi potensial untuk mengatasinya. Penekanan diberikan pada pentingnya mendidik generasi muda dengan pemahaman yang luas dan inklusif tentang toleransi beragama sebagai kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis. Melalui pendekatan ini, pendidikan Agama Islam dapat menjadi alat yang efektif untuk mengatasi prasangka dan mempromosikan pengertian antar umat beragama.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Pendidikan Agama Islam Anak-anak Mereka Nurdiana, Anne
Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Kaipi: Kumpulan Artikel Pendidikan Agama
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62070/kaipi.v1i2.36

Abstract

Pendidikan agama Islam adalah salah satu komponen penting dalam pembentukan karakter dan moral anak-anak. Artikel ini membahas peran utama orang tua dalam meningkatkan pendidikan agama Islam pada anak-anak mereka. Orang tua memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk pemahaman anak-anak tentang agama, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menyoroti tiga aspek utama peran orang tua dalam pendidikan agama Islam: memberikan contoh, mendukung pembelajaran, dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Pertama, orang tua berfungsi sebagai model bagi anak-anak mereka. Mereka harus menunjukkan praktik agama yang baik dan etika moral yang sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, anak-anak dapat belajar dari contoh orang tua dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Kedua, orang tua harus aktif mendukung pendidikan agama anak-anak mereka. Ini melibatkan mengajarkan mereka bacaan Quran, doa-doa, dan praktik-praktik agama lainnya. Orang tua juga dapat mengirim anak-anak ke sekolah agama atau kursus tambahan untuk memperkuat pemahaman mereka tentang Islam. Ketiga, menciptakan lingkungan yang mendukung adalah kunci dalam pendidikan agama Islam. Orang tua harus memastikan rumah mereka adalah tempat yang penuh dengan kedamaian, toleransi, dan penghormatan terhadap ajaran Islam. Hal ini mencakup penghapusan barang-barang yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan menciptakan waktu untuk diskusi keluarga tentang ajaran-ajaran agama. Dalam artikel ini, kami menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan agama Islam anak-anak mereka dan bagaimana hal ini dapat membentuk karakter dan moral mereka. Menekankan peran orang tua dalam membantu anak-anak memahami ajaran Islam adalah langkah penting dalam membantu generasi muda mengembangkan identitas agama yang kuat dan moral yang kokoh.

Page 1 of 4 | Total Record : 32