Antiretroviral (ARV) dibutuhkan oleh orang dengan HIV (ODHIV) untuk menekan laju perkembangan HIV, akan tetapi ARV memiliki efek samping pada beberapa ODHIV. Strategi dalam memanajemen gejala sangat diperlukan untuk mengurangi gejala yang tidak nyaman dan mengganggu aktivitas ODHIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ODHIV dalam memanajemen gejala efek terapi ARV di Bali, Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan partisipan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling berdasarkan kriteria: orang yang berstatus HIV berusia 18 tahun atau lebih dan sedang menjalani terapi ARV dengan domisili di Bali. Pertanyaan semi-struktur tentang strategi manajemen gejala digunakan untuk mendapatkan pengalaman partisipan. Analisis data menggunakan analisis tematik. Empat tema dan 10 kategori diperoleh dari 10 partisipan yang bersedia menandatangani informed consent dalam penelitian ini yaitu 1) strategi manajemen gejala meliputi pengobatan, mengontrol pikiran, menjalankan kegiatan spiritual, pengalihan aktivitas, dan adanya dukungan; 2) alasan manajemen gejala didasarkan kenyamanan dan gejala yang berkurang; 3) sumber informasi manajemen gejala dari internal dan eksternal; dan 4) keefektifan strategi manajemen gejala meliputi tingkat keefektifan dan kepuasan. Studi ini memberikan gambaran data terkait strategi yang efektif yang dilakukan secara personal oleh ODHIV untuk mengurangi gejala-gejala yang muncul efek samping ARV. Perawat HIV dan konselor dapat menyusun rencana intervensi pendidikan kesehatan atau konseling terkait strategi manajemen gejala efek samping ARV khususnya kepada ODHIV yang baru pertama mengonsumsi ARV.
Copyrights © 2023