Dalam upaya pelaksanaan pembangunan yang ramah lingkungan, maka direkomendasi mempergunakan material yang ramah lingkungan maupun memanfaatkan limbah buangan. Namun dikarenakan beton geopolimer belum memiliki peraturan komposisi campuran , maka informasi dan pengetahuan di masyarakat terkait dengan beton geopolimer cukup minim. Permasalahan mitra adalah belum memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan limbah fly ash dan pengolahan limbah fly ash menjadi produk concrete block geopolimer serta mitra belum memiliki kemampuan untuk mengolah limbah fly ash menjadi produk concrete block geopolimer. Mitra yang dilibatkan sebanyak 15 (Lima Belas) karyawan penyedia jasa konstruksi sebagai peserta workshop. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, praktek dan diskusi. Waktu workshop ditentukan selama 2 (dua) hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 22 – 23 Juli 2023, dimulai pada jam 09.00 WIB dan berakhir pada jam 15.00 WIB. Hasil evaluasi pre-test terhadap pengetahuan peserta sebelum melakukan workshop mendapatkan nilai rata-rata 37,18 dengan kategori sangat kurang (< 40). Setelah dilaksanakan workshop, pemahaman peserta mengalami peningkatan yaitu dengan nilai rata-rata post-test sebesar 71,67 menjadi kategori baik (³ 70 - < 85). Terjadi peningkatan nilai rata-rata peserta Workshop Teknologi Pemanfaatan Limbah Fly Ash Pada Concrete Block Geopolimer Bagi Penyedia Jasa Konstruksi di Pekanbaru sebanyak 92,75%, sehingga dapat dikatakan bahwa peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dan mampu memahami materi dan Praktek yang diberikan selama Workshop Teknologi Pemanfaatan Limbah Fly Ash Pada Concrete Block Geopolimer Bagi Penyedia Jasa Konstruksi di Pekanbaru dapat dipahami dengan baik.
Copyrights © 2024