Episiotomi merupakan tindakan bedah kebidanan yang paling lazim meskipun bukan menjadi keharusan. Idealnya Penyembuhan luka perineum adalah mulai membaiknya luka perineum dengan terbentuknya jaringan baru yang menutupi luka perineum dalam jangka waktu 6-7 hari post partum. Faktanya masih ada luka yang sembuh dalam waktu > 7 hari yaitu 26,6 %. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin melihat perbedaan penyembuhan luuka yang di anastesi dengan yang tidak. Desain yang digunakan yaitu studi komparatif dengan teknik pengambilan responden yaitu totap populasi. Responden yang di ambil dari data sekunder sebanyak 21 ibu dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu 10 ibu yang di anastesi dan 11 ibu yang tidak di anastesi. Hasil penelitian di dapatkan hasil penyembuhan luka episiotomi yang di anastesi cepat sebesar 90%, dan yang lambat sebesar 10% sedangkan hasil penyembuhan luka bekas episiotomi yang tidak di anastesi cepat sebanyak 27%, dan yang lambat sebanyak 73%. Setelah dilakukan uji statistik Fisher Exact Test diperoleh hasil nilai Pvalue satu arah = 0,006 yang berarti Pvalue > α = 0,05 sehingga H0 dittolak. Hasilnya ada perbedaan kecepatan penyembuhan luka bekas episiotomi yang di berikan anastesi dengan yang tidak di berikan anastesi. Tenaga kesehatan di harapkan dapat lebih meningkatkan kinerja dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu post partum yang mempunyai luka bekas episiotomi. Dengan memberikan pelayanan yang nyaman dan memuaskan dengan mendukung dan turut berpartisipasi dalam asuhan saying ibu. Dengan memberikan rasa nyaman dalam proses penjahitan laserasi di harapkan dapat mengurangi presepsi ibu mengenai persalinan yang menyakitkan. Di harapkan juga memberikan pendidikan kesehatan mengenai nutrisi dan kebersihan terutama pada daerah genetalia yang menjadi faktor penyembuhan luka.
Copyrights © 2021