Pemeriksaan Hapusan darah tepi (HDT) merupakan pemeriksaan untuk melihat morfologi sel-sel darah secara mikroskopis. Salah satu metode pemeriksaan hapusan darah tepi yang sering digunakan adalah pewarnaan giemsa. Pengenceran larutan giemsa secara teoritis menggunakan larutan penyangga buffer phosphat. Pengenceran giemsa sering menggunakan larutan buffer phosphat karena buffer phosphat mudah didapatkan, namun harganya cukup mahal. Kandungan phosphat yang melebihi batas 2 mg/L juga dapat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem perairan sehingga dapat mencemari lingkungan bila terus digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan morfologi sel-sel darah pada pemeriksaan HDT dengan pewarnaan giemsa menggunakan larutan buffer dan aquabidest dalam upaya penentuan larutan alternatif yang bisa digunakan sebagai larutan pengencer giemsa yang lebih murah dan mudah didapatkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan studi cross sectional yang membandingkan kualitas morfologi sel darah sediaan HDT dengan pewarna giemsa yang diencerkan dengan buffer phosphate dan aquabidest. Sampel diambil dari 1 orang koresponden penelitian, untuk kemudian dibuat sediaan HDT masing-masing sebanyak 17 buah (pengencer buffer phosphat), dan 22 buah (pengencer aquabidest), dan diamati dengan mikroskop perbesaran lensa objektif 100x. Kualitas sediaan HDT giemsa dengan pengencer buffer phosphat menunjukkan hasil “baik” sebanyak 13 buah (76,47%), dan hasil “kurang baik” sebanyak 4 buah (23,53%), sedangkan kualitas sediaan HDT giemsa dengan pengencer aquabidest menunjukkan hasil “baik” sebanyak 18 buah (81,82%), dan hasil “kurang baik” sebanyak 4 buah (18,18%). Berdasarkan uji Mann-Whitney U, didapatkan P-Value 0,222. Kualitas sediaan HDT pewarnaan giemsa dengan pengencer buffer phosphat tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan yang menggunakan pengencer aquabidest (p>0,05).
Copyrights © 2024