Tulisan ini bertolak dari kerisauan penulisan terhadap dekonstruksi makna terhadap budaya Duan Lolat dalam perkawinan adat yang telah bergeser dari semangat kekeluargaan telah menjadi semangat konsumtif. Tulisan ini bertujuan untuk menilik makna utama dalam pelaksanaan perkawinan berdasarkan budaya Duan Lolat dalam memperkokoh hubungan kekerabatan di Desa Waturu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus, sementara teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil temuan penelitian menunjukkan implementasi budaya Duan Lolat dalam perkawinan tidak selalu berfokus kepada harta, pekerjaan, dan jabatan seseorang. Namun atas dasar perkawinan tempatnya berdasarkan ukuran budaya, sehingga membuat jalinan kekerabatan menjadi semakin kokoh. Kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini pernikahan sesuai budaya Duan Lolat selain membuat hubungan darah atau kekeluargaan tidak terputus, terlebih menciptakan kehidupan sesama kerabat dekat yang saling tolong menolong, partisipasi, dan solidaritas sosial.Kata Kunci: Budaya Duan Lolat, Perkawinan, Hubungan Kekerabatan
Copyrights © 2022