Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran bahasa dalam menyampaikan empati dan dukungan emosional oleh perawat kepada pasien. Empati adalah komponen kunci dalam praktik keperawatan, yang tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan pasien tetapi juga memperkuat hubungan antara perawat dan pasien. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap perawat di sebuah rumah sakit umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang empatik dan mendukung secara signifikan berkontribusi terhadap perasaan nyaman dan dihargai oleh pasien. Perawat yang mampu mengidentifikasi kebutuhan emosional pasien melalui penggunaan kata-kata yang tepat, nada suara yang lembut, dan ungkapan empati yang tulus, cenderung berhasil menciptakan lingkungan perawatan yang lebih positif dan responsif. Selain itu, temuan juga menunjukkan bahwa perawat yang memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya yang baik lebih efektif dalam menyampaikan empati kepada pasien dari latar belakang budaya yang beragam. Bahasa, baik verbal maupun non-verbal, memainkan peran penting dalam mendukung interaksi ini. Studi ini merekomendasikan pelatihan komunikasi yang lebih intensif bagi perawat untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menyampaikan empati dan dukungan emosional, dengan penekanan pada sensitivitas budaya dan penggunaan bahasa yang sesuai. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya peran bahasa dalam keperawatan dan implikasinya untuk praktik keperawatan yang lebih efektif dan manusiawi.
Copyrights © 2024