Pemerintah mencanangkan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lombok sekaligus sebagai salah satu destinasi super prioritas. Hal ini membuka untuk bangkit dari dampak resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan Gempa 8.0. Kemenparekraf, memfokuskan program percepatan tersebut kepada lima destinasi super prioritas. Salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Untuk menangkap peluang pengembangan pariwisata diperlukan pendanaan. Salah satu upaya untuk menarik investor adalah dengan membuat dokumen perencanaan bisnis yang ideal. Kompetensi pembuatan dokumen perencanaan bisnis belum merata di kalangan pengelola desa wisata dan ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini menggunakan Community-based participatory research yang melibatkan komunitas desa wisata dan ekonomi kreatif berpartisipasi aktif. Dari hasil umpan balik peserta terhadap kegiatan ini sangat baik. Program ini membutuhkan tindak lanjut praktek pembuatan dokumen dengan rentang waktu program yang lebih lama (multi tahun) serta bisa dilaksanakan menggunakan metode service learning.
Copyrights © 2024