Gangguan sensorik adalah permasalahan umum pada anak dengan ADHD yang memerlukan intervensi tepat sasaran untuk mengurangi keparahan gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pemberian intervensi multimodal berupa terapi perilaku, stimulasi multisensorik, serta psikoedukasi kepada orang tua dan guru terhadap gejala ADHD pada seorang anak usia dini yang juga menampakkan gangguan sensorik. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan teknik analisis visual inspection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi multimodal ini efektif dalam menurunkan perilaku off-task dan meningkatkan perilaku on-task. Analisis kualitatif melalui lembar evaluasi terbuka serta wawancara terhadap orang tua dan guru juga menunjukkan adanya penurunan hiperaktivitas, impulsivitas, masalah perilaku, penghindaran tekstur, frekuensi tantrum, serta peningkatan interaksi sosial dengan teman sebaya. Temuan penelitian ini menjadi penting dalam meningkatkan pemahaman tentang intervensi yang efektif guna meningkatkan kesejahteraan populasi anak ADHD dengan gangguan sensorik.
Copyrights © 2024