Tahu salah satu makanan olahan kedelai tinggi protein khas Indonesia yang banyak dikonsumsi oleh semua kalangan. Produksi tahu di Indonesia, khususnya Desa Cikembulan masih menggunakan metode konvensional. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah limbah cair tahu di Desa Cikembulan, yang belum dikelola dengan baik dan menjadi polutan di lingkungan sekitar. Pengolahan limbah cair tahu bertujuan untuk mengurangi polutan di Desa Cikembulan. Limbah cair tahu mengandung unsur hara esensial N1, 24%, P2O5.54%, K2O 1, 34% dan C-Organik(Elisabet et al., 2019). Pengolahan limbah cair tahu dapat dilakukan dengan beberapa metode eksperimental, yaitu dengan metode penambahan bakteri Acetobacter Xylinum dan pemanfaatan unsur hara esensial. Pengolahan limbah cair tahu dengan metode pemberian bakteri tambahan Acetobacter Xylinum , dapat menghasilkan produksi makanan seperti Nata De Soya. Dan metode berikutnya adalah dengan pemanfaatan kandungan unsur hara esensial yang diolah menjadi pupuk organik cair atau biasa dikenal dengan POC . Hasil dari penelitian ini adalah limbah cair dari produksi tahu dapat diolah menjadi produk makanan Nata De Soya dan Pupuk Organik Cair (POC).
Copyrights © 2023