Kajian Linguistik dan Sastra
Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024

Citraan Penglihatan Pada Antologi Puisi Nono Warnono “Kidung Langit”

Widiarti, Melia (Unknown)
Nurhadi, Didik (Unknown)
Pratita, Ina Ika (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2024

Abstract

This study examines visual imagery in Nono Warnono's poetry anthology "Kidung Langit." Through a qualitative approach, this study analyzes how visual imagery is used in selected poems to convey profound spiritual and social meanings. "Kidung Langit" analysis focuses on poems such as "Berlayar di Samudra Makrifat," "Berjaraknya Harapan dan Nyata," "Akhir Zaman," "Maha Bendara," and "Kidung Langit." The research findings show that this anthology consists of several poems that express the author's feelings and views on life through strong imagery. Several poems in "Kidung Langit" cover the themes of divinity, the search for the meaning of life, and reflection on nature. For example, in the poem "Lelayaran Ing Samodra Makrifat," Warnono describes a spiritual journey using the imagery of the sea and waves as symbols of the search for identity and forgiveness. Visual imagery is very dominant in the poems in "Kidung Langit." The use of repetition and contrast is also clearly visible, where Warnono often repeats certain phrases to emphasize the feelings or ideas he wants to convey. Abstrak Penelitian ini mengkaji citraan penglihatan dalam antologi puisi Nono Warnono "Kidung Langit." Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana citraan penglihatan digunakan dalam puisi-puisi terpilih untuk menyampaikan makna spiritual dan sosial yang mendalam. “Kidung Langit” analisis berfokus pada puisi-puisi seperti "Berlayar di Samudra Makrifat," "Berjaraknya Harapan dan Kenyataan," "Akhir Zaman," "Maha Bendara," dan "Kidung Langit." Temuan penelitian menunjukkan bahwa Antologi ini terdiri dari beberapa puisi yang mengekspresikan perasaan dan pandangan penulis terhadap kehidupan melalui citraan yang kuat. Beberapa puisi dalam "Kidung Langit" mencakup tema ketuhanan, pencarian makna hidup, dan refleksi terhadap alam. Misalnya, dalam puisi "Lelayaran Ing Samodra Makrifat," Warnono menggambarkan perjalanan spiritual menggunakan citraan laut dan ombak sebagai simbol pencarian jati diri dan pengampunan. Citraan penglihatan sangat dominan dalam puisi-puisi di "Kidung Langit." Penggunaan repetisi dan pengontrasan juga terlihat jelas, di mana Warnono sering kali mengulangi frasa tertentu untuk menekankan perasaan atau ide yang ingin disampaikan.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

kal

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa ...