Hasil FGD (Focous Group Disscussion) yang diadakan di Desa Tanggumong Kabupaten Sampang Tanggal 21 Mei 2024 menyatakan bahwa salah satu prioritas masalah kesehatan yang ada di Desa Tanggumong adalah masalah gizi kurang pada anak. Kelompok anak yang rawan mengalami masalah gizi adalah Balita yaitu bayi 0-5 tahun. Masalah gizi yang sering dialami balita adalah masalah gizi kurang. Gizi kurang didasarkan pada indeks berat badan menurut umur (BB/U) yang merupakan padanan istilah underweight (gizi kurang) dan severely underweight (gizi buruk). Prevalensi gizi kurang di Jawa Timur usia baduta tahun 2018 adalah 11,6%. Sedangkan data prevalensi sangat pendek pada tahun 2018 adalah 15,2%. Angka tersebut masih tinggi jika dibandingkan dengan target pemerintah yaitu menurunkan wasting (terlalu kurus) dari 10,2% di tahun 2018 ke 7% di tahun 2024 dan menurunkan prevalensi stunting dari 30,8% di tahun 2018 ke 14% di tahun 2024. Adanya masalah gizi juga dipengaruhi oleh adanya ketidakmerataan akses kesehatan. Status gizi pada balita dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengetahuan orang tua tentang nutrisi seimbang dan kebiasaan makan yang buruk. pengabdi berusaha untuk melakukan inovasi metode untuk mempersuasi ibu dan anak agar lebih memperhatikan kesehatan terutama terkait nutrisi dengan menggunakan cara yang menghibur dan pendekatan yang lebih halus dengan kegiatan pengabdian Persuasi Kesehatan pada Ibu dan Balita Resiko Tinggi melalui Drama Musikalisasi “Ibu Hebat, Anak Hebat”di Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang – Madura. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan pengetahuan responden.
Copyrights © 2024