ASI eksklusif merupakan pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Menurut World Health Organitation (WHO), Cakupan ASI ekslusif di Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96% turun dari 67,7% dari 2021, menandakan perlunya dukungan lebih intensif agar cakupan ini bisa meningkat. Memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan seorang anak merupakan bagian dari pelaksanaan standar emas pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) yang direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi usia ≥7 bulan. Metode yang digunakan pada penelitian ini jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 86, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji Chi-Square dengan menggunakan bantuan program aplikasi statistik dalam pengolahannya. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square didapatkan nilai p- value = 0,000, karena nilai signifikansi atau p-value <0.05 (0.000 < 0.05), yang berarti nilai p value lebih kecil dari nilai alpha (p < α), sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
Copyrights © 2024