Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDES REGARDING THE DANGERS OF FREE SEX IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Zubaeda; Rumakey, Ratna Sari; Astuti, Asih Dewi
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.142

Abstract

Adolescence is a period of development that is very critical among other periods because at this time there is a transition from childhood to adulthood. Low knowledge will affect the attitude of adolescents in attitudes about free sex accompanied by the strong influence of peers at adolescence, making adolescents have unhealthy sexual acts. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and student attitudes about the dangers of free sex in class VIII students at SMP Negeri 2 Kairatu. The research design used cross sectional. The sample in this study amounted to 78 respondents with a total sampling approach. The analysis of this study uses the Spearman Rho test. The results of the study stated that there was a significant relationship between knowledge and student attitudes about the dangers of free sex, (p-value 0.001). This study concluded that there was a relationship between the level of knowledge and student attitudes about the dangers of free sex in class VIII students at SMP Negeri 2 Kairatu. It is hoped that the results of this study can be a reference for schools to provide more counseling guidance about the dangers of free sex to students.
Hubungan Dukungan Suami dengan Sikap Ibu dalam Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi Usia ≥ 7 Bulan Soulissa, Fathmy Fitriany; Rumakey, Ratna Sari
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.623

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Menurut World Health Organitation (WHO), Cakupan ASI ekslusif di Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96% turun dari 67,7% dari 2021, menandakan perlunya dukungan lebih intensif agar cakupan ini bisa meningkat. Memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan seorang anak merupakan bagian dari pelaksanaan standar emas pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) yang direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi usia ≥7 bulan. Metode yang digunakan pada penelitian ini jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 86, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji Chi-Square dengan menggunakan bantuan program aplikasi statistik dalam pengolahannya. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square didapatkan nilai p- value = 0,000, karena nilai signifikansi atau p-value <0.05 (0.000 < 0.05), yang berarti nilai p value lebih kecil dari nilai alpha (p < α), sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
Peningkatan Kesadaran Higiene Melalui Sosialisasi Cuci Tangan 6 Langkah Pada Anak SD Negeri 12 Ambon Maluku Tunny, Hasna; Rumakey, Ratna Sari; Soulissa, Fathmy Fitriany
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JPMI - February 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3293

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan yang harus di atasi. Di Indonesia sering pada kelompok 5-14 tahun. Di Provinsi Maluku menurut data dinas kesehatan terjadi peningkatan kasus Diare dari tahun 2019 sejumlah 2147 kasus meningkat pada tahun 2020 sejumlah 4775 kasus. Kejadian Diare ini dapat dicegah salah satunya dengan perilaku cuci tangan. Masalah yang sering timbul pada anak usia sekolah adalah berhubungan dengan kebersihan individu dan lingkungan seperti kebersihan diri dan kebiasaan cuci tangan. Anak sekolah dasar adalah salah satu mitra yang sangat potensial untuk mendukung perubahan perilaku yang sehat. Perilaku anak sekolah sangat mudah dipengaruhi untuk memiliki perilaku yang benar. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan pemahaman pentingnya cuci tangan 6 langkah yang benar. Dengan metode sosialisasi (pemberian materi edukasi, praktek cuci tangan 6 langkah, pre test dan post test). Kegiatan di ikuti oleh 24 siswa/I kelas 3 SD Negeri 12 Ambon dengan hasil pre test (0%) dimana siswa/i melakukan dengan cara membasahi tangan, gosok sabun pada tangan di gosok dan dibilas dengan air bersi. Terjadi peningakatn pada post test (100%) siswa/i melakukan dengan baik dan benar cuci tangan 6 langkah (mulai dari membasahi tangan, gosok sabun, selanjutnya telapak tangan sampai dengan mengosok ujung jari ke telapak tangan). Perubahan perilaku cuci tangan dapat mencegah penyakit diare.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA: DUKUNGAN KELUARGA Rumakey, Ratna Sari; Soulissa, Fathmy Fitriany
Nursing Arts Vol. 18 No. 1 (2024): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut Usia merupakan Seseorang yang telah memasuki 60 tahun dan mengalami berbagai perubahan baik secara fisik, mental maupun Sosial. Posyandu Lansia merupakan program Puskesmas meliputi pemeriksaan kesehatan fisik,dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan kartu  Menuju Sehat (KMS). Dukungan Keluarga erat hubungannya dengan keaktifan lansia dalam memanfaatkan posyandu lansia, untuk meningkatkan status kesehatan pada lansia dalam memanfaatkan posyandu lansia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Ohoitahit 2023. Metode Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan Sampel berjumlah 90 orang. Hasil uji statistik chi-square didapatkan ρ value = 0,000, yang jika dibandingkan dengan nilai α = 0,05, maka ρ value ≤ 0,05. Hasil uji statistik Chi Square didapatkan ρ value = 0,000, lebih kecil dari α = 0,05 menunjukkan ada hubungan Dukungan keluarga dengan Keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu di Puskesmas Ohoitahit.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng Kecamatan Nusaniwe Ambon Indonesia. : Dukungan Keluarga Dengan Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Rumakey, Ratna Sari
Journal Kiara : Nursing and Midwifery Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1: Agustus (2024)
Publisher : Journal Kiara : Nursing and Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Support from the family is needed in the treatment of hypertension sufferers. The family is a support system in the life of people with hypertension, so that their condition does not get worse and avoid complications due to hypertension. If people with hypertension do not prevent and treat their hypertension optimally, people with hypertension will be at risk of experiencing complications. This study was to determine the relationship between family support and hypertension control in the Benteng Health Center area, Nusaniwe District, Ambon City. This study uses a quantitative method, this type of research is analytic with a cross sectional approach. The population of this study were 80 hypertensive patients in the Benteng health center area. The sample of this research is 63 respondents. Most of the elderly received good family support, namely 38 elderly (60.3%) and most of the elderly had good hypertension control, namely 44 elderly (69.8%). The p value is 0.008, which means p <0.05 and the correlation coefficient is 1.000, which means that there is a relationship between family support and hypertension control in the elderly. Control of hypertension must at least be accompanied by a good family and also good motivation from the family. The advice given to the family is that it is hoped that the family will increase support for the elderly who suffer from hypertension, so that hypertension control is better.
Penghambat Peran Komite Keperawatan dalam Tata Kelola Klinis Talaohu, Inyalebe; Rumakey, Ratna Sari; Ahmad, Irhamdi
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1103

Abstract

Latar belakang: Komite Keperawatan merupakan organ non-struktural di rumah sakit yang memiliki peran strategis dalam menjamin dan mengawal profesionalisme praktik keperawatan agar selaras dengan standar kompetensi dan jenjang kewenangan klinis perawat. Komite Keperawatan terdiri atas tiga subkomite, yaitu subkomite kredensial, subkomite mutu, serta subkomite etika dan disiplin, yang secara kolektif berfungsi mendukung penerapan tata kelola klinis (clinical governance). Rumah sakit dituntut memiliki kebijakan yang jelas serta sumber daya manusia yang berpengetahuan dan kompeten guna menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Namun, dalam implementasinya, peran Komite Keperawatan seringkali menghadapi berbagai kendala yang berpotensi menghambat optimalisasi tata kelola klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat peran Komite Keperawatan dalam penerapan tata kelola klinis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Salim Alkatiri Namrole.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, kebijakan, dan sumber daya manusia dengan peran Komite Keperawatan dalam tata kelola klinis. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,017 untuk faktor pengetahuan, 0,511 untuk faktor sumber daya manusia, dan 0,000 untuk faktor kebijakan. Berdasarkan derajat kemaknaan (p-value < 0,05), faktor pengetahuan dan kebijakan terbukti berhubungan secara signifikan sebagai faktor penghambat peran Komite Keperawatan, sedangkan faktor sumber daya manusia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap peran Komite Keperawatan dalam tata kelola klinis. Simpulan: Faktor pengetahuan dan kebijakan merupakan hambatan utama dalam optimalisasi peran Komite Keperawatan dalam penerapan tata kelola klinis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Salim Alkatiri Namrole, sementara faktor sumber daya manusia tidak terbukti sebagai faktor penghambat. Penguatan kebijakan serta peningkatan pengetahuan terkait fungsi dan peran Komite Keperawatan menjadi langkah strategis dalam mendukung penerapan tata kelola klinis yang efektif.