Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh tingkat kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat/pengunjung perpustakaan oleh pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif- kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat/pengunjung perpustakaan oleh pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara dinilai sudah cukup baik. hal ini berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti menggunakan (Sinambela dkk, 2006:6): Pertama dari transparansi, bahwa pegawai pelayanan perpustakaan sudah terbuka mudah diakses karena terletak ditengah Kota Amuntai dan pelayanan yang diberikan mudah dimengerti karena ada pengarahan atau penjelasan dan pelayanannya tidak berbelit-belit. Kedua, Akuntabilitas, bahwa pegawai pelayanan sudah bertanggung jawab dalam memberikan pelayanannya, kedisiplinan pegawai bekerja sudah baik, sedangkan disiplin tepat waktu masuk kerja sudah lumayan baik. Ketiga, Kondisional, fasilitas masih kurang memadai seperti fasilitas komputer, kelengkapan buku, dan jaringan internet atau wifi yang masih lemah sehingga masih kurang efektif dan efisien dalam penggunaannya. Kemampuan pegawaipun sudah mampu dalam menumbuhkan rasa percaya pengunjung dan sebisa mungkin untuk menumbuhkan rasa percaya pengunjung. Keempat partisipatif, bahwa penyaluran aspirasi pegawai terhadap kebutuhaan pengunjung sudah berusaha sebisa mungkin agar pelayanan yang diberikan prima dan aspirasi pegawainyapun sudah baik. Harapan pegawai dan masyarakat berbeda, pegawai berharap pelayanan ditingkatkan dengan mengikuti perkembangan zaman, sedangkan pengunjung mengharapkan pegawai lebih ramah dan fasilitasnya diperbanyak lagi. Kelima Kesamaan Hak, bahwa pegawai pelayanan tidak memandang status sosial terhadap semua pengunjung yang datang ke perpustakaan. Keenam Keseimbangan Hak dan Kewajiban, bahwa keadilan dalam memberikan pelayanan sudah baik, dan pengunjungpun berkata sama serta tidak mengeluhkan ketidakadilan dalam pelayanan. Faktor penghambat, seperti rendahnya minat baca masyarakat dapat di ketahui bahwa minat baca menjadi faktor banyak atau tidaknya jumlah pengunjung perpustakaan, fasilitas komputer dan koleksi buku referensi dan buku terbaru yang masih kurang, serta fasilitas pembuatan kartu keanggotaan online masih dalam pembenahan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) disimpulkan bahwa pegawai perpustakaan masih kurang.
Copyrights © 2024