Nasripani, Nasripani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Hidayatullah, Gusti Muhammad; Nasripani, Nasripani; Misliani, Lily
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.356

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh tingkat kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat/pengunjung perpustakaan oleh pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif- kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat/pengunjung perpustakaan oleh pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara dinilai sudah cukup baik. hal ini berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti menggunakan (Sinambela dkk, 2006:6): Pertama dari transparansi, bahwa pegawai pelayanan perpustakaan sudah terbuka mudah diakses karena terletak ditengah Kota Amuntai dan pelayanan yang diberikan mudah dimengerti karena ada pengarahan atau penjelasan dan pelayanannya tidak berbelit-belit. Kedua, Akuntabilitas, bahwa pegawai pelayanan sudah bertanggung jawab dalam memberikan pelayanannya, kedisiplinan pegawai bekerja sudah baik, sedangkan disiplin tepat waktu masuk kerja sudah lumayan baik. Ketiga, Kondisional, fasilitas masih kurang memadai seperti fasilitas komputer, kelengkapan buku, dan jaringan internet atau wifi yang masih lemah sehingga masih kurang efektif dan efisien dalam penggunaannya. Kemampuan pegawaipun sudah mampu dalam menumbuhkan rasa percaya pengunjung dan sebisa mungkin untuk menumbuhkan rasa percaya pengunjung. Keempat partisipatif, bahwa penyaluran aspirasi pegawai terhadap kebutuhaan pengunjung sudah berusaha sebisa mungkin agar pelayanan yang diberikan prima dan aspirasi pegawainyapun sudah baik. Harapan pegawai dan masyarakat berbeda, pegawai berharap pelayanan ditingkatkan dengan mengikuti perkembangan zaman, sedangkan pengunjung mengharapkan pegawai lebih ramah dan fasilitasnya diperbanyak lagi. Kelima Kesamaan Hak, bahwa pegawai pelayanan tidak memandang status sosial terhadap semua pengunjung yang datang ke perpustakaan. Keenam Keseimbangan Hak dan Kewajiban, bahwa keadilan dalam memberikan pelayanan sudah baik, dan pengunjungpun berkata sama serta tidak mengeluhkan ketidakadilan dalam pelayanan. Faktor penghambat, seperti rendahnya minat baca masyarakat dapat di ketahui bahwa minat baca menjadi faktor banyak atau tidaknya jumlah pengunjung perpustakaan, fasilitas komputer dan koleksi buku referensi dan buku terbaru yang masih kurang, serta fasilitas pembuatan kartu keanggotaan online masih dalam pembenahan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) disimpulkan bahwa pegawai perpustakaan masih kurang.
STRATEGI BAPPEDALITBANG DALAM MENINGKATKAN INOVASI DAERAH DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nasripani, Nasripani; Hendrayani, Hendrayani; Malina, Malina
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.913

Abstract

Istilah "strategis" berasal dari bahasa Inggris. Salah satu definisi dari akar kata "strategi" yang memiliki banyak entri adalah "seni dan ilmu merencanakan dan mengarahkan aksi militer skala besar". Definisi ini adalah salah satu dari beberapa definisi yang dapat digunakan dalam konteks strategis. Dalam Strategi Bappedalitbang Dalam Meningkatkan Inovasi Daerah Di Kabupaten Hulu Sungai Utara. ditemukan beberapa masalah seperti Pada tahun 2020 status indeks inovasi daerah di Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah disklaimer (tidak dapat dinilai). Pada tahun 2021 status indeks inovasi daerah kabupaten hulu sungai utara kurang inovatif dengan skor 27,28. Pada tahun 2022 status indeks inovasi daerah kabupaten hulu sungai utara inovatif dengan skor 58,91. Pada tahun 2023 status indeks inovasi daerah kabupaten hulu sungai utara sangat inovatif dengan skor 60,48. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi daerah di Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan mengkaji Strategi Bappedalitbang dan unsur-unsur yang mempengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi; metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Penentuan sumber data menggunakan teknik Convenience sampling, dengan informan berjumlah 11 orang. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan vertifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Bappedalitbang Dalam Meningkatkan Inovasi Daerah Di Kabupaten Hulu Sungai Utara Cukup baik. Dapat dilihat dari indikator yang cukup baik yaitu Implementasi program, Dampak Program, Sumber daya manusia, Struktur organisasi, Kebijakan dan peraturan, Standar Operasional Prosedur (SOP). Aspek yang kurang baik yaitu Sumber daya keuangan, Sarana dan prasarana. Dalam Strategi Bappedalitbang Dalam Meningkatkan Inovasi Daerah Di Kabupaten Hulu Sungai Utara terdapat faktor pendukung yaitu implementasi program yang baik, dampak program yang baik. Adapun faktor Strategi Bappedalitbang Dalam Meningkatkan Inovasi Daerah Di Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu kurangnya sumber daya keuangan, kurangnya sarana dan prasarana.
EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DESA HAMBUKU LIMA KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA DALAM MENDUKUNG PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN Nasripani, Nasripani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4853

Abstract

The Family Hope Program (PKH) aims to provide conditional cash assistance to poor families, but its implementation in Hambuku Lima Village faces significant obstacles. Problems include the lack of sustainable empowerment that triggers dependency, outdated recipient data, the implementation of Family Capacity Building Meetings (P2K2) only twice a month, and lack of fund monitoring. This descriptive qualitative study evaluates the PKH policy in poverty alleviation, involving twelve purposive informants, with data from observation, interviews, and documentation. The results show that PKH in Hambuku Lima Village is quite effective. Indicators such as fairness, rationality, substantiveness, and timeliness of distribution are effective; while aspects of expected results, program objectives, justice, and initial targeting accuracy are considered quite effective. However, effectiveness is still low in crucial aspects such as optimizing recipient efforts, accountability for the use of funds, fulfillment of basic needs, quality of field implementation, handling of ethical conflicts, and validity of program assumptions. Partial success is supported by timely distribution of assistance and increasing KPM access to education services. On the other hand, the main inhibiting factors include the unsynchronization of KPM data (DTKS and Dapodik in SIKS-NG), weak supervision of fund utilization, minimal integration of KPM in the PENA economic empowerment program, and inconsistent implementation of P2K2. This study highlights vital areas that require strategic intervention and improvement to optimize PKH's contribution. ABSTRAKProgram Keluarga Harapan (PKH) bertujuan memberikan bantuan tunai bersyarat kepada keluarga miskin, namun implementasinya di Desa Hambuku Lima menghadapi kendala signifikan. Permasalahan meliputi minimnya pemberdayaan berkelanjutan yang memicu ketergantungan, data penerima tidak mutakhir, pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) hanya dua bulanan, dan kurangnya monitoring dana. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengevaluasi kebijakan PKH dalam pengentasan kemiskinan, melibatkan dua belas informan purposif, dengan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan PKH di Desa Hambuku Lima cukup efektif. Indikator seperti kewajaran, rasionalitas, substantif, dan ketepatan waktu penyaluran berjalan efektif; sementara aspek hasil yang diharapkan, tujuan program, keadilan, dan ketepatan sasaran awal dinilai cukup efektif. Meskipun demikian, efektivitas masih rendah pada aspek krusial seperti optimalisasi usaha penerima, akuntabilitas penggunaan dana, pemenuhan kebutuhan dasar, kualitas pelaksanaan lapangan, penanganan konflik etis, dan validitas asumsi program. Keberhasilan parsial didukung penyaluran bantuan tepat waktu dan peningkatan akses KPM terhadap layanan pendidikan. Sebaliknya, faktor penghambat utama mencakup ketidaksinkronan data KPM (DTKS dan Dapodik dalam SIKS-NG), lemahnya pengawasan pemanfaatan dana, minimnya integrasi KPM dalam program pemberdayaan ekonomi PENA, serta pelaksanaan P2K2 yang tidak konsisten. Studi ini menggarisbawahi area vital yang memerlukan intervensi dan perbaikan strategis guna mengoptimalkan kontribusi PKH.
KINERJA APARATUR DESA DALAM PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DESA SUNGAI BULUH KECAMATAN KELUA KABUPATEN TABALONG Nasripani, Nasripani
Al Iidara Balad Vol. 3 No. 1 (2021): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.3.1.32

Abstract

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang dan jasa atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanaan publik. Pada Kantor Desa Sungai Buluh, Kinerja Aparatur Desa masih dikatakan terdapat kelemahan dalam hal pelayanan. Secara garis besar permasalahan yang ditemukan meliputi keterampilan, Tupoksi, dan Tanggung jawab berupa kesadaran akan kewajiban terhadap disiplin waktu yang berdampak pada kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Aparatur Desa Sungai Buluh dalam hal pelayanan, faktor faktor yang mempengaruhi kinerja dalam pelayanan dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor yang mempengaruhi dalam artian faktor penghambat. Yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dan dalam pengumpulan data menggunakan tekhnik observasi, wawancara serta dokumentasi. Pengumpulan data tersebut bersifat kepustakaan dan penelitian lapangan.Jumlah responden sebanyak 14 orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa kinerja aparatur desa sungai buluh masih perlu ditingkatkan lagi khususnya dalam hal kedisiplinan waktu, ketelitian, keterampilan dan pengetahuan tentang pekerjaan.Aparatur Desa Sungai Buluh masih sering datang terlambat dan pulang lebih awal serta hanya sebagian aparatur desa saja yang mampu mengoperasikan komputer dengan baik.Dalam pelayanan yang diberikan tidak ada indikasi terjadi diskriminasi dan tingkat partisipasi masyarakat dengan aparatur desa sudah baik.Keseimbangan antara hak dan kewajiban pun sudah terpenuhi.Faktor faktor yang mempengaruhi kinerja aparatur desa sungai buluh meliputi motivasi dan faktor kemampuan.Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor yang mempengaruhi berupa memberikan Motivasi, melengkapi sarana prasarana, dan mengadakan pelatihan.Pemberian motivasi dapat mengatasi permasalahan disiplin kerja. Permasalahan keterampilan dan tupoksi dilakukan dengan cara pemberian pelatihan berkala setiap tahunnya. Selain itu melengkapi sarana prasarana selain memberikan motivasi juga dapat meningkatkan keterampilan aparatur desa. Saran dalam penelitian ini adalah kepada aparatur desa supaya lebih meningkatkan disiplin waktu dan mengembangkan keterampilan.Kepada masyarakat diharapkan untuk terus memberikan pengawasan, kritik dan saran yang membangun terhadap aparatur desa.Selain itu juga masyarakat juga diharapkan untuk optimis terhadap kinerja aparatur desa sehingga aparatur desa lebih termotivasi.