ABSTRAK Degenerasi nilai dan norma di era digitalisasi yang mengglobalisasi memiliki dampak negatif yang sulit dibendung. Khususnya yang berkaitan dengan perilaku seksual pada remaja yang berujung aborsi, bunuh diri bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh remaja pasangannya. Dari sudut pandang kesehatan reproduksi, menghindari seks pranikah adalah cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual, dan kehamilan pada remaja yang tidak diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi atau hubungan antara tingkat pendidikan, norma agama dan norma keluarga dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-September 2023 di desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Penelitian menggunakan design korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 27 remaja. Teknik sampling menggunakan metode nonprobability sampling dengan cara purposive sampling. Proses Analisa data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating. Hasil penelitian ini, setelah dianalisis menggunakan uji Spearman rho menunjukan hasil nilai P- value pada kolom sig (2 tailed ) didapatkan nilai 0.002 lebih kecil dari level of significant α 0,05 ( 0,002 < 0,05 ). Sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara Pengetahuan, norma agama dan norma keluarga dengan perilaku seksual pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian, dalam menerapkan norma-norma keluarga orangtua harus memberikan penjelasan sehingga anak paham dampaknya dan kenapa harus mematuhi norma-norma dalam keluarga yang telah ditetapkan. Pada saat anak bertumbuh menjadi remaja, orangtua memposisikan diri untuk memahami perubahan hormonal dan ketertarikan remaja pada lawan jenis sehingga remaja lebih terbuka mengungkapkan perasaan dan masalahnya pada orangtua.
Copyrights © 2024