Penelitian ini dibertujuan untuk mengkaji kemampuan numerasi siswa SMP berdasarkan level kognitif memahami, menerapkan dan menalar. Kemampuan numerasi merupakan kemampuan yang sangat penting, namun faktanya siswa masih dalam kemampuan numerasi yang rendah. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi hermeuneutik digunakan dalam penelitian ini. Subjek merupakan satu kelas VII di salah satu SMP di Karawang yang kemudian diseleksi kembali sebanyak empat siswa untuk dilakukan wawancara. Instrumen tes dan nontes digunakan dalam penelitian ini, instrumen tes dengan mencakup tingkatan level kognitif memahami, menerapkan dan menalar serta nontes yaitu wawancara tidak terstruktur dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenologi Analysis (IPA). Penelitian ini menunjukkan bahwa 55% siswa mampu mencapai level kognitif pemahaman. Kemudian, hanya sebanyak 9% yang mampu mencapai level kognitif penerapan dan 4% yang mampu mencapai level kognitif penalaran. Siswa dengan kemampuan numerasi tinggi memiliki level kognitif pemahaman, penerapan dan penalaran dengan baik. Siswa dengan kemampuan numerasi sedang memiliki level kognitif pemahaman dan penerapan yang baik. Siswa dengan kemampuan numerasi rendah hanya mampu mencapai level kognitif pemahaman atau penerapan saja. Adapun faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan numerasi berdasarkan level kognitif antara lain: kurangnya kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep matematika dengan baik serta lemah dalam menggambarkan informasi soal yang bersifat nonrutin.
Copyrights © 2024