Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji kemampuan berpikir geometri siswa SMP berdasarkan teori Van Hiele dalam materi Teorema Pythagoras. Kemampuan berpikir geometri merupakan kemampuan yang sangat penting, namun faktanya siswa masih dalam tingkatan level kemampuan berpikir geometri yang rendah. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi hermeuneutik digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji kemampuan berpikir geometri siswa. Subjek yang digunakan sebanyak satu kelas VIII di salah satu SMP swasta di Karawang yang kemudian diseleksi kembali dan diambil empat siswa untuk dilakukan wawancara. Instrumen tes dan nontes digunakan dalam penelitian ini, instrumen tes dengan mencakup tingkatan level berpikir geometri Van Hiele yaitu: visualisasi (level 0), analisis (level 1), deduksi informal (level 2), deduksi (level 3), dan rigor (level 4) serta nontes yaitu wawancara tidak terstruktur dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenologi Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas siswa hanya mampu mencapai tingkat visualisasi (level 0) dengan baik yaitu 74% dan analisis (level 1) sebesar 55%. Penelitian ini menegaskan bahwa faktor siswa belum dapat mencapai tingkatan deduksi informal (level 2) sampai dengan rigor (level 4) karena ketidaktelitian dan kurangnya pemahaman konsep. Oleh sebab itu perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan variasi soal untuk meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa, khususnya dalam konteks penerapan teorema Pythagoras.
Copyrights © 2024