Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan kunjungan perpustakaan sebagai upaya untuk meningkatkan minat membaca siswa di SDN 15 Buntu Pepasan, Kabupaten Toraja Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru dan pustakawan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program GLS yang terstruktur dan intensif, dikombinasikan dengan kunjungan rutin ke perpustakaan dengan rasio 60-70% peserta didik yang berkunjung dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan minat membaca siswa. Faktor-faktor yang mendukung implementasi ini meliputi dukungan penuh dari pihak sekolah, ketersediaan bahan bacaan yang bervariasi dan menarik, serta pelaksanaan kegiatan literasi yang interaktif dan menyenangkan. Selain itu, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini mencakup keterbatasan waktu, kurangnya sumber daya, dan tantangan dalam mempertahankan konsistensi program. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan strategi literasi di sekolah-sekolah dasar dan menyarankan pentingnya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan untuk menciptakan budaya membaca yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024