Air Susu Ibu (ASI) sering menjadi perhatian dalam kesehatan ibu dan bayi. Beberapa masalah yang sering dihadapi yaitu produksi ASI yang rendah, kualitas ASI yang tidak optimal, dan masalah laktasi seperti mastitis atau sumbatan saluran susu. ASI perlu dilancarkan demi kesehatan dan kenyamanan bagi ibu dan bayi. Penggunaan daun kelor dapat menjadi jawaban terhadap permasalah ini karena daun kelor mengandung senyawa fitosferol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap stabilitas granul effervescent. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Formula granul effervescent dibuat sebanyak 3 buah dengan variasi konsentrasi ekstrak F1 10%, F2 15%, dan F3 20%. Hasil pengujian parameter non spesifik didapatkan hasil rendemen sebesar 13%, kadar air 7,49%, kadar abu 2,53%, susut pengeringan 0,27%, bobot jenis 1,11 g/mL, cemaran logam Cd 0,45 mg/Kg, Pb 0,59 mg/Kg, dan Cu 2,44 mg/Kg. Hasil penelitian menunjukkan sediaan granul effervescent ekstrak daun kelor sudah memenuhi syarat evaluasi granul yang baik meliputi uji organoleptik berwarna kuning kecoklatan, aroma khas kelor, rasa asam manis, kompresibilitas 7,8%, waktu alir 3,4 g/s, sudut diam 27,15ยบ, waktu larut 51,7 detik, pH 6,6, dan kadar air 2,1%. Variasi konsentrasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) memiliki pengaruh terhadap stabilitas granul effervescent dan Formula terbaik didapat pada formula 3.
Copyrights © 2024