Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Universitas Borneo Tarakan terpengaruh oleh ketidakoptimalan implementasi penyetaraan jabatan pengawas ke jabatan fungsional. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif. Wawancara mendalam dilakukan dengan PNS dan pimpinan institusi yang relevan. Analisis data dilakukan secara tematik, fokus pada tiga dimensi utama: komunikasi yaitu konsistensi, sumber daya yang mencakup sumber daya manusia dan peralatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yaitu konsistensi, dan sumber daya yang mencakup sumber daya manusia dan peralatan kurang optimal dalam implementasi kebijakan penyetaraan jabatan yaitu tugas yang diberikan oleh atasan tidak sesuai dengan Jabatan Fungsional. Kesimpulannya, penyetaraan jabatan di Universitas Borneo Tarakan memerlukan perbaikan dalam proses komunikasi dan penyesuaian kompetensi pegawai agar efektif dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
Copyrights © 2024