Provinsi Aceh masih menempati salah satu provinsi dengan posisi terendah di tingkat nasional. Perbaikan mutu pendidikan di Aceh dilakukan oleh salah satunya komunitas Rumah Relawan Remaja melalui program Pustaka Kampung Impian. Pustaka Kampung Impian merupakan program belajar alternatif dengan menghadirkan relawan yang disebut sebagai Guru Impian, bangunan pustaka kecil dan buku-buku di beberapa desa terpencil di Aceh, salah satunya di Desa Lapeng, Pulo Aceh. Kajian dilakukan dengan penelitian kualitatif, dengan pengambilan data melalui proses desk review hasil pembelajaran dan wawancara mendalam kepada 3 Guru Impian. Proses analisa menggunakan model CIPP sebagai model evaluasi pendidikan yang melihat empat dimensi, yakni Konteks, Input, Proses dan Produk. Temuan lapangan pada aspek konteks adalah Rumah Relawan Remaja (3R) menginisiasi adanya Guru Impian. Selanjutnya pada aspek input ditemukan bahwa guru impian yang menjadi relawan merupakan pemuda dan pemudi Aceh. Pada aspek proses ditemukan bahwa guru Impian memiliki strategi pembelajaran yang inovatif. Terakhir adalah hasil belajar adalah adanya perubahan pada diri seseorang sebagai hasil dari proses belajar seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, keterampilan dan kemampuan. Program ini juga menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah: pembelajaran kelas menulis, budaya membaca, festival kampung impian, kelas membaca lanjut.
Copyrights © 2024