Langkah awal untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin setiap bulannya pada hari ke 7-10 setelah menstruasi. SADARI merupakan salah satu teknik deteksi yang mudah dan gratis, namun masih sangat sedikit perempuan yang mampu untuk melakukannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku SADARI dan health belief pada remaja putri di Kota Medan. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan sampel 90 orang yang berasal dari salah satu SMA di kota Medan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert, yaitu Indonesian Version Champion Health Belief Model (I-CHBM) dan perilaku SADARI. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi α 0,05. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan antara perceived barriers (p=0.003), cues to action (p=0.000), dan self efficacy (p=0.001). Sedangkan perceived susceptibility (p=0.736), perceived severity (p=0.420), dan perceived benefits (p=0.093) tidak memiliki hubungan dengan perilaku SADARI. Program edukasi SADARI sebaiknya mulai difokuskan pada usia remaja agar deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan sehingga angka kasus berkurang
Copyrights © 2024