Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Systematic Review: Efforts to Increase Quality of Life For Breast Cancer Patients Lubis, Namora Lumongga
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.914 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.1127

Abstract

Background: Continuous breast cancer treatment that takes a long time can cause boredom which ultimately leads to discontinuation of therapy and even decreased quality of life. People with advanced cancer treatment show a lower quality of life than people with previous cancer and people who have never had cancer. Objective: This systematic review aims to explore alternative measures to improve the quality of life of breast cancer patients. Methods: Source search strategy from two electronic databases: CINAHL and Proquest with a limit of 2009 to 2018. The inclusion criteria used were articles relating to alternative measures to improve the quality of life of cancer patients, published online in English, having various research unit in a hospital or community. Results: From the search results, 40 articles were obtained, while those that matched the inclusion criteria were 8 articles. Based on the analysis of efforts to improve the quality of life of cancer patients. Efforts to improve the quality of life of cancer patients can be grouped into 8 actions, namely meeting spiritual needs, spiritual well-being, family support, daily activities, reflexology, health education, self-care, and alternative medicine. Conclusion: Quality of life in cancer patients can be improved by choosing an alternative course of action. If sufferers, families and health workers are committed to taking action according to the proposed procedure, it will improve the quality of life of cancer patients.Abstrak: Latar Belakang: Perawatan kanker peyudara yang berkelanjutan yang membutuhkan waktu lama dapat menyebabkan kebosanan yang pada akhirnya menyebabkan putusnya terapi dan bahkan penurunan kualitas hidup. Orang-orang dengan perawatan kanker lanjut menunjukkan kualitas hidup yang lebih rendah daripada orang-orang yang sebelumnya menderita kanker dan orang-orang yang tidak pernah menderita kanker. Tujuan: Sistematic review ini bertujuan untuk mengeksplorasi tindakan alternatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara. Metode: Strategi pencarian sumber dari dua basis data elektronik: CINAHL dan Proquest dengan batas tahun 2009 hingga 2018. Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel yang berkaitan dengan langkah-langkah alternatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, diterbitkan secara online dalam bahasa Inggris, memiliki berbagai unit penelitian di rumah sakit atau masyarakat. Hasil: Dari hasil penelusuran didapatkan 40 artikel, sedangkan yang sesuai dengan kriteria inklusi adalah 8 artikel. Berdasarkan analisis upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dapat dikelompokkan menjadi 8 tindakan, yaitu memenuhi kebutuhan kerohanian, kesejahteraan spiritual, dukungan keluarga, kegiatan sehari-hari, pijat refleksi, pendidikan kesehatan, perawatan diri, dan pengobatan Alternatif. Kesimpulan: Kualitas hidup pada pasien kanker dapat ditingkatkan dengan memilih satu tindakan alternatif. Jika penderita, keluarga dan petugas kesehatan berkomitmen untuk mengambil tindakan sesuai dengan prosedur yang telah diajukan, itu akan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.
Hubungan Health Belief Dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Putri Di Kota Medan Hasnida, Hasnida; Adimurnia, Yollah; Lubis, Namora Lumongga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9801

Abstract

Langkah awal untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin setiap bulannya pada hari ke 7-10 setelah menstruasi. SADARI merupakan salah satu teknik deteksi yang mudah dan gratis, namun masih sangat sedikit perempuan yang mampu untuk melakukannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku SADARI dan health belief pada remaja putri di Kota Medan. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan sampel 90 orang yang berasal dari salah satu SMA di kota Medan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert, yaitu Indonesian Version Champion Health Belief Model (I-CHBM) dan perilaku SADARI. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi α 0,05. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan antara perceived barriers (p=0.003), cues to action (p=0.000), dan self efficacy (p=0.001). Sedangkan perceived susceptibility (p=0.736), perceived severity (p=0.420), dan perceived benefits (p=0.093) tidak memiliki hubungan dengan perilaku SADARI. Program edukasi SADARI sebaiknya mulai difokuskan pada usia remaja agar deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan sehingga angka kasus berkurang
The Relationship Of Binge-Watching And Snacking Frequency With The Incidence Of Obesity In FKM USU Students In 2024 Umam, Misbakhu; Lubis, Namora Lumongga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9429

Abstract

One of the health problems at this time is the condition of overnutrition which has become a global epidemic in both developed and developing countries. The state of overnutrition status is divided into two terms, namely overweight and obesity which can occur in various age groups, especially in adolescent age groups. The most noteworthy thing is that the onset of obesity is more determined by too much food and too little physical activity or both. Binge-watching activities are included in a sedentary lifestyle and snacking that is carried out continuously can cause excessive energy input and ultimately have an impact on obesity which is a major risk factor for various non-communicable diseases. The purpose of this study was to determine the relationship between binge-watching and snacking frequency with the incidence of obesity in FKM USU students in 2024. The type of research used, quantitative research and analytical survey to find the relationship between variables with a cross-sectional approach. The population in this study were 108 active undergraduate students of FKM USU who were included in the category of binge-watching where the entire population became the research subject. Data were collected using The Binge-Watching Addiction Questionnaire (BWAQ) and Food Frequency Questionnaire (FFQ) and then analyzed using the chi-square test. The results of this study indicate that there is a relationship between binge-watching with the incidence of obesity with p-value = 0.001 α = 0.05 and there is a relationship between snacking frequency with the incidence of obesity with p-value = 0.001 α = 0.05. It is hoped that the university and the faculty, in the framework of a healthy campus, can provide free health check services to students through POSBINDU PTM and empower students as health cadres in each faculty as a means of early detection and education for students
Hubungan Health Belief Dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Putri Di Kota Medan Hasnida, Hasnida; Adimurnia, Yollah; Lubis, Namora Lumongga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9801

Abstract

Langkah awal untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin setiap bulannya pada hari ke 7-10 setelah menstruasi. SADARI merupakan salah satu teknik deteksi yang mudah dan gratis, namun masih sangat sedikit perempuan yang mampu untuk melakukannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku SADARI dan health belief pada remaja putri di Kota Medan. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan sampel 90 orang yang berasal dari salah satu SMA di kota Medan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert, yaitu Indonesian Version Champion Health Belief Model (I-CHBM) dan perilaku SADARI. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi α 0,05. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan antara perceived barriers (p=0.003), cues to action (p=0.000), dan self efficacy (p=0.001). Sedangkan perceived susceptibility (p=0.736), perceived severity (p=0.420), dan perceived benefits (p=0.093) tidak memiliki hubungan dengan perilaku SADARI. Program edukasi SADARI sebaiknya mulai difokuskan pada usia remaja agar deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan sehingga angka kasus berkurang
The Relationship Of Binge-Watching And Snacking Frequency With The Incidence Of Obesity In FKM USU Students In 2024 Umam, Misbakhu; Lubis, Namora Lumongga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9429

Abstract

One of the health problems at this time is the condition of overnutrition which has become a global epidemic in both developed and developing countries. The state of overnutrition status is divided into two terms, namely overweight and obesity which can occur in various age groups, especially in adolescent age groups. The most noteworthy thing is that the onset of obesity is more determined by too much food and too little physical activity or both. Binge-watching activities are included in a sedentary lifestyle and snacking that is carried out continuously can cause excessive energy input and ultimately have an impact on obesity which is a major risk factor for various non-communicable diseases. The purpose of this study was to determine the relationship between binge-watching and snacking frequency with the incidence of obesity in FKM USU students in 2024. The type of research used, quantitative research and analytical survey to find the relationship between variables with a cross-sectional approach. The population in this study were 108 active undergraduate students of FKM USU who were included in the category of binge-watching where the entire population became the research subject. Data were collected using The Binge-Watching Addiction Questionnaire (BWAQ) and Food Frequency Questionnaire (FFQ) and then analyzed using the chi-square test. The results of this study indicate that there is a relationship between binge-watching with the incidence of obesity with p-value = 0.001 α = 0.05 and there is a relationship between snacking frequency with the incidence of obesity with p-value = 0.001 α = 0.05. It is hoped that the university and the faculty, in the framework of a healthy campus, can provide free health check services to students through POSBINDU PTM and empower students as health cadres in each faculty as a means of early detection and education for students
Perilaku Binge-Watching Sebagai Strategi Koping Maladaptif Pada Mahasiswa Hasnida, Hasnida; Lubis, Namora Lumongga; Muliana S, Gresya Sondang
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 3 (2025): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v4i3.108

Abstract

Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan perilaku menonton film sebagai strategi koping maladaptif pada mahasiswa. Penggunaan strategi koping yang tidak tepat dapat memberikan dampak buruk (maladaptif) bagi penggunanya, salah satu strategi koping yang dapat bersifat maladaptif dan kerap digunakan mahasiswa adalah binge-watching. Penelitian ini menunjukkan bahwa binge-watching cenderung didorong oleh keterlibatan impulsif dan penguatan negatif, sering terjadi tanpa perencanaan dan ketekunan, dan dapat melibatkan pencarian sensasi. Penelitian ini merujuk pada faktor psikologis yang diuraikan oleh Flayelle et al. dan strategi koping maladaptif oleh Skinner et al. Informan penelitian berjumlah 2 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel criterion sampling. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis data kualitatif Miles dan Huberman
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Berisiko Seksual pada LGBT di Kota Medan Panjaitan, Syintia Sintauli; Nurmaini, Nurmaini; Lubis, Namora Lumongga
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18876

Abstract

ABSTRACT Lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT) is a modern term that refers to a combination of four groups of sexual deviant behavior and gender identity that are considered against nature and reject God's provisions, this community is very closely related to risky behavior. The purpose of this study was to explore factors that influence sexual risk behavior by LGBT in Medan City. This type of research is qualitative research using a case study approach. The informants for this study were eight people selected using the snawball sampling technique. Data collection was carried out through in-depth interviews. The results of the study showed that there was sexual risk behavior carried out by LGBT, namely oral sex, anal sex, changing partners, and using sex toys. Factors that influence sexual risk behavior by LGBT are influenced by attitudes, subjective norms, and perceptions of behavioral control. Based on the results of the study, it is recommended that there is a need for increased health promotion focused on sexual health for the LGBT community which includes information on preventing sexually transmitted infections, the importance of using contraceptives such as condoms, and reproductive health education carried out by the government in preventing physical and mental health impacts. Keywords: Behavior, Risky, Factors, Health ABSTRAK Lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT) merupakan istilah modern yang merujuk pada gabungan empat kumpulan perilaku penyimpangan seksual dan identitas gender yang dipandang melawan kodrat dan menolak ketentuan tuhan, komunitas ini sangat erat kaitanya dengan perilaku berisiko. Tujuan penelitian ini untuk mengekplorasi faktor yang mempengaruhi perilaku berisiko seksual oleh LGBT di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini sebanyak delapan orang yang dipilih dengan teknik snawball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perilaku berisiko seksual yang dilakukan oleh LGBT yaitu melakukan oral seks, anal seks, gonta-ganti pasangan, dan pakai alat bantu seks. Faktor yang mempengaruhi perilaku berisiko seksual oleh LGBT yaitu dipengaruhi sikap, norma subjektif, persepsi control perilaku. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan Perlu adanya peningkatan promosi kesehatan berfokus pada kesehatan seksual bagi komunitas LGBT yang mencakup informasi mengenai pencegahan infeksi menular seksual, pentingnya menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, dan edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh pemerintah dalam pencegahan terjadinya dampak kesehatan secara fisik dan mental. Kata Kunci: Perilaku, Berisiko, Faktor, Kesehatan
Hubungan Perilaku Bermain Game Online Dengan Agresivitas Pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Tahun 2025 Lubis, Namora Lumongga; Lubis, Ramona Dumasari; Situmeang, Gabriel
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12007

Abstract

Permainan daring telah menjadi bagian dari gaya hidup baru bagi sebagian orang, baik di kalangan anak muda maupun mahasiswa. Saat ini, warung internet (warnet) sangat mudah ditemukan, baik di kota maupun di desa, dan sebagian besar menyediakan fasilitas untuk bermain permainan daring. Jumlah pengguna internet di Indonesia sangat tinggi, menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Pada tahun 2022, penggunaan internet di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai angka yang sangat tinggi yaitu 204,7 juta. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara perilaku permainan daring dengan agresivitas di kalangan mahasiswa di Sumatera Utara pada tahun 2025. Ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain potong lintang. Ukuran sampel untuk penelitian ini adalah 107 peserta, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dalam bentuk Google Form dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi permainan daring dengan agresivitas di kalangan mahasiswa di Sumatera Utara dengan nilai p = 1.000. Terdapat hubungan antara durasi bermain game daring dan agresivitas dengan nilai p = 0,002. Tidak terdapat hubungan antara interaksi dalam bermain game daring dan agresivitas dengan nilai p = 0,123. Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dalam bermain game daring dan agresivitas dengan nilai p = 0,002. Dari penelitian ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih bijaksana dalam mengelola waktu bermain game daring mereka untuk menghindari penggunaan yang berlebihan, karena durasi bermain game yang lama berkaitan dengan perilaku agresif
Association Between Food Content Preferences on Social Media and Risky Eating Behaviors Among High School Students Mike Fitria; Lubis, Zulhaida; Lubis, Namora Lumongga
Jurnal Kesehatan Prima Vol. 19 No. 2 (2025): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v19i2.1864

Abstract

Most adolescents are prone to risky eating behaviors, which are unhealthy and nutritionally imbalanced. Dietary behaviors and eating habits are still developing in adolescents; therefore, it is important to encourage them against adopting risky eating behaviors to prevent various future health problems, such as obesity, diabetes mellitus, and coronary heart disease. This study aims to analyze the association between preference towards food content on social media and the level of risky eating behavior among high school students in Medan. The sample size in this cross-sectional study was 334 high school students selected by simple random sampling. Data were then analyzed using the chi-square test. The results indicated that there was a significant association between preference toward food content on social media and risky eating behavior among high school students in Medan (p<0.001). High school students with negative preferences, who prefer to watch and follow popular or trending but unhealthy food content on social media, had a 2.188 (95% CI: 1.703–2.811) times greater risk of adopting more severe levels of risky eating behavior than those with positive preferences. The health department is suggested to collaborate with schools and parents in implementing social media literacy programs aimed at educating high school students to be more discerning in watching food content on social media while still considering nutritional value and learning about the impact of their preferred foods.
Pengaruh Internet Addiction terhadap Anxiety pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Lubis, Namora Lumongga; Zega, Borisman
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.21791

Abstract

ABSTRACT The massive use of the internet among university students brings both positive and negative impacts, one of which is internet addiction that may affect mental health, including anxiety disorders. University students are a vulnerable group due to high academic demands and social pressures. This study aims to determine the effect of internet addiction on anxiety levels among students at Universitas Sumatera Utara. This research applied a quantitative approach with a cross-sectional study design. A total of 269 students were selected using two-stage cluster random sampling from five faculties. The instruments used were the Internet Addiction Test (IAT) to measure internet addiction and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) to assess anxiety levels. Data were analyzed using a simple linear regression test with the assistance of SPSS version 26. The results showed a significant effect of internet addiction on anxiety (p = 0.000; t count = 10.588 > t table = 1.65251), with a coefficient of determination of 29.6%. This means that 29.6% of the variation in anxiety levels among students is influenced by internet addiction. These findings highlight the importance of responsible internet use and the need for digital literacy and mental health promotion among students to reduce the risk of psychological disorders. Educational institutions are expected to provide preventive and curative interventions to address this issue. Keywords: Internet Addiction, Anxiety, Students   ABSTRAK Penggunaan internet yang masif di kalangan mahasiswa membawa dampak positif dan negatif, salah satunya adalah internet addiction yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental, termasuk gangguan kecemasan (anxiety). Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan terhadap kondisi ini karena tingginya tuntutan akademik dan tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh internet addiction terhadap tingkat anxiety pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 269 mahasiswa yang dipilih melalui teknik two stage cluster random sampling dari lima fakultas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Internet Addiction Test (IAT) untuk mengukur tingkat adiksi internet dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara internet addiction terhadap anxiety (p = 0,000; t hitung = 10,588 > t tabel = 1,65251), dengan nilai koefisien determinasi sebesar 29,6%. Artinya, 29,6% variasi kecemasan pada mahasiswa dipengaruhi oleh tingkat adiksi internet. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan internet yang bijak serta perlunya edukasi digital dan promosi kesehatan mental bagi mahasiswa untuk mengurangi risiko gangguan psikologis. Institusi pendidikan diharapkan dapat memberikan intervensi preventif dan kuratif terkait permasalahan ini. Kata Kunci: Internet Addiction, Anxiety, Mahasiswa