Di Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di OKU Timur, hanya tersedia fasilitas pendidikan tingkat PAUD dan Sekolah Dasar. Tidak ada sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas; Meningkatnya jenjang pendidikan setelah SD membuat banyak siswa SD di OKU Timur tidak berminat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya karena jarak dan biaya yang harus ditempuh untuk sampai ke sekolah sasarannya. Oleh karena itu, minat membaca siswa menjadi berkurang, terutama karena sarana dan prasarana perpustakaan sekolah belum memadai. Metode yang digunakan adalah pendekatan individual yang dilakukan secara berkelompok menjadi tiga bagian (timedu-support, tim motivasi, dan tim bimbingan konseling). Beberapa hasil ditemukan dari tiga aspek: (1) Tim Motivasi, ditemukan perbedaan tingkat minat belajar siswa; (2) Tim Penyuluhan, membentuk organisasi kepemudaan untuk menggerakkan kegiatan masyarakat OKU Timur, seperti lomba, pengajian rutin, gotong royong, dan sebagainya; (3) Tim Pendukung Edu, memperbaiki 3 sarana pendidikan yaitu perpustakaan sekolah, taman baca desa dan lapangan serba guna.
Copyrights © 2024