Pengawas sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SDN Sukanagalih 2, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini melibatkan 18 guru sebagai subjek, dan pendampingan dilakukan dalam empat siklus: perencanaan, pendampingan program, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa kepala sekolah berada pada tahap "berkembang" dalam kapasitas memimpin perubahan. Strategi yang diterapkan adalah penguatan perubahan melalui metode fasilitasi Alur DIAS. Metode ini terbukti efektif dalam membantu kepala sekolah dan guru mengembangkan konsep Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) secara kolaboratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus pada penerapan metode fasilitasi dalam konteks pendampingan sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa pendampingan berbasis metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman guru mengenai nilai-nilai Pancasila, tetapi juga memperkuat implementasinya dalam proses pembelajaran sehari-hari. Peran fasilitator sangat krusial dalam memberikan bimbingan, motivasi, dan dukungan kepada kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan dan mengimplementasikan konsep P5 secara efektif.
Copyrights © 2024