Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi saat ini merupakan salah satu perkembangan yang paling memajukan manusia. Perkembangan ini membawa salah satu dampak positif berupa munculnya ponsel pintar atau smartphone yang mampu memudahkan pekerjaan manusia. Hal ini pula yang mengubah gaya belajar hingga gaya hidup mahasiswa. Selain itu, perkembangan tersebut juga membawa dampak negatif berupa kecenderungan perasaan cemas yang dirasakan oleh mahasiswa yang tidak dapat menjauh dari jangkauan ponsel yang disebut dengan Nomophobia. Salah satu faktor yang mempengaruhi Nomophobia adalah Sindrom Fear of Missing Out (FoMO). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode kajian kepustakaan (library research). Pada kajian kepustakaan ini peneliti berusaha untuk mengkaji tingkat prevalensi FoMO dan Nomophobia serta bagaimana hubungannya pada remaja di Indonesia yang menggunakan berbagai sumber tertulis seperti artikel, jurnal, dan dokumen pendukung yang relevan. Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat FoMO dan Nomophobia di kalangan remaja dan mahasiswa di Indonesia serta hubungan antara FoMO dan Nomophobia. Hasil kajian menunjukkan bahwa sindrom FoMO memiliki hubungan yang positif dengan Nomophobia. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi FoMO maka semakin tinggi Nomophobia.
Copyrights © 2023