Cendekia Journal of Pharmacy
Vol 8, No 1 (2024): Cendekia Journal of Pharmacy

POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK UNTUK PENGOBATAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) DI KLINIK X KOTA SEMARANG

Sari, Wulan Kartika (Unknown)
Advistasari, Yustisia Dian (Unknown)
Elisa, Novi (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jan 2024

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) merupakan 10 penyakit terbanyak di Indonesia. Penyakit ISPA diawali dengan gejala demam, batuk selama kurang lebih jangka waktu 2 minggu, pilek atau hidung tersumbat dan sakit tenggorokan. Penyebab ISPA dapat berasal dari berbagai mikroorganisme yakni bakteri dan virus. Beberapa faktor yang mempengaruhi penyebaran infeksi saluran pernafasan atas diantaranya faktor lingkungan, perilaku masyarakat yang kurang baik terhadap hygne dan sanitasi diri, keluarga, dapat pula dari kurangnya asupan makanan yang bergizi serta menurunnya imunitas tubuh  Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan periode pengambilan data Januari hingga Juni 2023 yang bertempat di Klinik X di Kota Semarang, Jawa Tengah dengan periode pengambilan data Januari hingga Juni 2023. Subyek penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 3945 pasien. Karakteristik pasien dalam penelitian kemudian dikategorikan berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil  laki laki 46,24% dan perempuan 53,76%, perempuan lebih sigap, tanggap, cekatan serta memiliki kepekaan, kepedulian, perhatian yang lebih terhadap kesehatan dan lingkungan sekitarnya. Pasien dengan penderita ISPA banyak terjadi pada retang usia secara berturut turut 0 -12 th (34,63%), 13-25 th (15,59%), 26-38 th (17,79%), 39-51th (20,51%) dan 52-60 th (11,48%). Usia 0 sampai 12 tahun memiliki persentase tertinggi hal ini dikarenakan penyakit ISPA berhubungan dengan adanya kemampuan imunitas tubuh terhadap serangan bakteri atau virus. Bentuk sediaan antibiotik yang banyak diresepkan oleh dokter yakni syrup (12,09%), pulveres (21,88%), tablet (66.03%). Antibiotik yang banyak diresepkan oleh dokter yakni amoxycillin (54,90%), kloramfenikol (25,63%), thiamphenicol (8,04%), ciprofloxacin (10,70%) dan sefadroxil 0,74%). Pemilihan amoxycillin dalam terapi ISPA dikarenakan amoxycillin memiliki mekanisme kerja dalam kondisi tertentu sebagai bakteriostatik dapat pula bersifat bakterisid yakni dengan cara merusak dinding sel pada bakteri yang mengandung mucoprotein kompleks terhadap mikroba. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pada klinik X penyakit ISPA banyak terjadi pada pasien perempuan dan antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoxycillin tablet 500 mg.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

cjp

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May. ...