Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresi menolak pada anak usia dini dengan tinjauan pragmatik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini seorang anak laki-laki bernama Muhammad Hafidz Aqil Alfarizki yang akrab dengan panggilan Hafidz. Objek penelitian yakni pemerolehan bahasa pertama Hafidz. Metode pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu simak, rekam, dan catat. Teknik simak mksudnya peneliti menyimak kegiatan berbahasa narasumber dengan Simak Libat Cakap (SLC) dan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Hasil Penelitian menunjukkan terdapat dua bentuk ekspresi penolakan pada anak usia 2-3 tahun, yaitu penolakan secara eksplisit dan implisit. Penolakan eksplisit digolongkan manjadi dua bentuk, yaitu penolakan eksplisit deklaratif dan nonverbal. Selain itu, terdapat bentuk penolakan secara implisit terdapat beberapa bentuk yaitu penolakan implisit dengan alasan, penolakan implisit interogatif, penolakan implisit alternatif, penolakan implisit deklaratif, penolakan implisit dengan permintaan. Ekspresi penolakan pada anak usia 2-3 tahun memiliki beberapa faktor, yaitu faktor alami, perkembangan kognitif, sosial ekonomi, dan keluarga.
Copyrights © 2021