ABSTRAK Latar Belakang: Latar Belakang: Berdasarkan laporan dari kabupaten/kota, jumlah kasus kematian ibu di Provinsi NTB selama tahun 2019 adalah 97 kasus, sedikit menurun dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah kematian ibu 99 kasus. Selama periode tahun 2015-2017 terjadi penurunan jumlah kematian ibu di Provinsi NTB sebesar 10 kasus, namun kembali meningkat 14 kasus di tahun 2018 menjadi 99 kasus dan pada tahun 2019 turun 2 kasus menjadi 97 kasus kematian ibu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2019 kematian ibu terbanyak terjadi di Kabupaten Lombok tengah dengan 30 kasus dan Kabupaten Lombok Timur dengan 29 kasus kematian ibu dan untuk Kabupaten Sumbawa Barat merupakan Kabupaten dengan jumlah kematian ibu terendah yaitu 2 kasus kematian Ibu (Dikes Provinsi NTB, 2019). Ibu hamil resiko tinggi merupakan suatu masa dimana ibu hamil dapat mengalami berbagai resiko yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kelas ibu hamil resiko tinggi merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pada ibu hamil beresiko. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Resti Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kecemasan Ibu Menghadapi Persalinan. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian pre-eksperiment dengan one group pretest-posttest, jumlah sampel sebanyak 33 orang. Analisa data menggunakan Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan dengan kategori kurang sebanyak 15 orang (45,5%) dan setelah penyuluhan dengan kategori baik sebanyak 18 orang (54,5%). Sedangkan tingkat kecemasan sebelum penyuluhan dengan kategori tinggi sebanyak 18 orang (54,5%) dan setelah penyuluhan dengan kategori rendah sebanyak 22 orang (66,7%). Setelah dilakukan uji statistik menggunakan wilcoxon nilai signifikan p sebesar 0,000<0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh kelas ibu hamil resiko tinggi terhadap tingkat pengetahuan dan kecemasan ibu menghadapi persalinan
Copyrights © 2022