Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengelolaan Kolaborasi Kepariwisataan Alam di Kabupaten Dompu Citriadin, Yudin; Marliana, Yunita; Ayu Kurniawati, Kiki Riska
JPMB : Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter Vol 3 No 1 (2020): Januari-Juli
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Rekarta Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36765/jpmb.v3i1.219

Abstract

Abstrak: Pengelolaan pariwisata memerlukan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, dengan fungsi dan perannya masing-masing. Pemerintah, masyarakat dan pihak swasta adalah kekuatan utama yang akan menguatkan pengembangan pariwisata. Pengelolaan kepariwisataan alam harus lebih mengedepankan segi kualitas dibandingkan kuantitas. Obyek dan daya tarik wisata yang berkualitas dapat dikembangkan dan dipasarkan sesuai dengan segmen wisatawan yang cocok, maka berbagai kelemahan yang selama ini dirasakan dalam kepariwisataan dapat dipecahkan. Tujuan pengabdian ini adalah menjelaskan pengelolaan kolaboratif kepariwisataan alam di Kabupaten Dompu. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan cara melakukan penyuluhan dan edukasi terhadap pelaku jasa pariwisata. Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya pemahaman pengelola jasa pariwisata dan memperkenalkan pariwisata alam yang ada di Kabupaten dompu secara meluas (nasional dan Internasional). Abstract: Supported tourism management and cooperation from all parties, with their respective functions and roles. The government, the community and the private sector are the main forces that will strengthen tourism. Management of nature tourism must prioritize quality in terms of quantity. Quality tourist objects and attractions can be developed and marketed according to the suitable tourist segment, so various weaknesses that have been felt in tourism can be solved. The purpose of this service is to explain the collaborative management of nature tourism in Dompu Regency. The method of implementing the activity is by conducting education and education for tourism service providers. The results obtained are increasing understanding of tourism service managers and introducing existing natural tourism in Dompu Regency widely (nationally and internationally).
Pengaruh Teknik Penyuluhan Terhadap Keikutsertaan Pemeriksaan IVA Pada WUS Di Kelurahan Dasan Agung Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Mutiara Rachmawati Suseno; Rosita Wati; Yunita Marliana
Bima Nursing Journal Vol 1, No 1 (2019): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.9 KB) | DOI: 10.32807/bnj.v1i1.364

Abstract

Background and purpose: nationally the implementation of early detection program with IVA examination method simultaneously in all regions in Indonesia conducted on 21 April 2015 with efforts to reduce the incidence of ca cervical in Indonesia. In Puskesmas Dasan Agung, IVA examination program started in 2016 with the lowest presentation among all health centers in Mataram city that is much as (1,39%) with the number of WUS 4153 soul and who come check as many as 58 people. This study aims to determine the influence of extension techniques on the participation of IVA examination in WUS in Kelurahan Dasan Agung. Methods: This research uses Quasi Experiment research design. The population in this study were all women of childbearing age in Kelurahan Dasan Agung as many as 2462 peoples. Samples in research using purposive sampling technique counted 60 peoples. The analysis used chi-square test. Results: From 60 respondents, who participated in IVA examination in the intervention group with 17 lectures (56,7%) interactive lecture and control group with lecture counseling technique as many as 4 people (13,3%). Chi-square analysis results obtained there is influence of extension technique to IVA examination involvement with obtained value p value = 0,001 atau p < α=0,05. Conclusion: extension techniques have an effect on the participation of IVA examination in WUS in Kelurahan Dasan Agung.
Senam Kebugaran Lansia Memengaruhi Tekanan Darah Pada Wanita Menopause Septia tri wulandari; Yunita marliana
Jurnal Kesehatan Prima Vol 13, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v13i1.216

Abstract

AbstrakSemakin bertambah umurnya maka pertumbuhan dan perkembangan akan berada pada tahap yang mengakibatkan berbagai perubahan fungsi tubuh. Perubahan pada wanita karena proses menua terjadinya  menopause. Proses penuaan adalah suatu proses alamiah yang pasti dialami oleh setiap orang. Secara alamiah, sel-sel tubuh mengalami penurunan dalam fungsinya akibat proses penuaan. Penduduk lanjut usia cenderung mengalami masalah kesehatan oleh karena penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Salah satu dampak dari penurunan fungsi organ tubuh lansia secara alamiah yaitu terjadi labilitas tekanan darah, sekitar 60% lansia setelah berusia 75 tahun mengalami peningkatan tekanan darah. Aktivitas fisik seperti senam pada lansia yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kebugaran fisik, sehingga secara tidak langsung meningkatkan fungsi jantung dan menurukan tekanan darah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kebugaran lansia terhadap tekanan darah pada masa menopause. Desain penelitian menggunakan pre-experimental design, one group pretest-posttest. Sampel adalah ibu menopause sebanyak 30 orang dengan teknik Purposive Sampling . Analisa menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum senam kebugaran lansia yaitu 131,66 mmHg dan setelah senam 124,66 mmHg, rata-rata tekanan darah diastolik yaitu 88,66 mmHg dan setelah senam 81.66 mmHg. Hasil uji wilcoxon þ= 0,000 dapat disimpulkan senam kebugaran lansia berpengaruh terhadap tekanan darah pada masa menopause.    Kata Kunci : Tekanan darah, Senam kebugaran lansia, Menopause
PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TENTANG STUNTING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI Baiq Meisha Indah Melia Kinanti; Yunita Marliana; Suwanti Suwanti
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v4i1.133

Abstract

 Organisasi Kesehatan dunia  (WHO) mengestimasikan prevalensi balita kerdil (stunting) diseluruh dunia sebesar 22% atau sebanyak 149,2 juta pada tahun 2020 dan pemerintah menetapkan stunting sebagai salah satu prioritas dalam program pembangunan nasional karena stunting memiliki dampak yang  berpengaruh terhadap masa depan anak apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh penyuluhan menggunkan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai stunting. Metode Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juni 2021. Populasi siswi kelas X di MA Ad Diinul Qayyim. Sampel jumlah 30 siswi Analisis data menggunakan Uji Mc Nemar dan Marginal Homogenity. Hasil Penelitian menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar pengetahuan remaja putri cukup sebanyak 47%,  kurang sebanyak 23% dan sikap negative sebanyak 67%, setelah diberikan penyuluhan mayoritas pengetahuan menjadi baik sebanyak 40%, cukup sebanyak 60%  dan sikap menjadi positif sebanyak 77% dan negative sebanyak 23%. Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan nilai pengetahuan (p=0,012) dan sikap (p=0,000). Adapun Kesimpulan  pada penelitian ini ada pengaruh penyuluhan menggunakan media leaflet terhadap perubahan pengetahuan dan sikap remaja putri.
HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN HIPOTERMI DI RSUD PROVINSI NTB Linda Meliati; Yunita Marliana; Sirri Husnia; Fachrudi Hanafi
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih jauh dari angka target MDGs yaitu tahun 2015 sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup. Negara Indonesia masih tetap tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) yang lain.Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB menunjukkan bahwa penyebab dari kematian bayi tersebut terdiri dari BBLR 37%, asfiksia 16%, pneumonia 10%, kelainan kongenital 11%, sepsis 2%, diare 2%, ikterus 1%, tetanus 1%, dan lain-lain 20%. Berdasarkan data di RSUD Provinsi NTB jumlah kejadian BBLR pada tahun 2014-2015 mengalami penurunan. Dari 341 (23,10%) menurun menjadi 333 (16,63%). Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan BBLR dengan kejadian hipotermi di RSUD Provinsi NTB. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (Cross sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi baru lahir yang mengalami BBLR di RSUD ProvinsiNTB yaitu sebesar 195 bayi. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 195 bayi yang ditentukan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat diuji dengan menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian dari 195 sampel didapatkan bahwa 176 (90,20%) bayi yang mengalami BBLR, 15 (7,70%) bayi yang mengalami BBLSR, dan 4 (2,10%) bayi yang mengalami BBLER dan dari 195 bayi yang mengalami hipotermi, didapatkan 67 (34,40%) bayi yang mengalami hipotermi ringan dan 128 (65,60%) bayi yang mengalami hipotermi sedang. Sedangkan dari hasil uji statistic didapatkan ada hubungan yang sangat kuat antara BBLR dengan kejadian hipotermi (p= 0,000 dan r = 0,924). Diharapkan masyarakat khususnya ibu hamil, agar lebih memperhatikan perawatan selama kehamilan dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin minimal 4 kali selama hamil, agar dapat dideteksi secara dini masalah atau komplikasi yang terjadi selama kehamilan, sehingga dapat ditangani secara cepat dan tepat serta diharapkan ibu hamil lebih memperhatikan asupan gizinya selama hamil, agar nutrisi ibu terpenuhi dan melahirkan bayi yang sehat sehingga dapat menekan angka kematian pada bayi yang disebabkan oleh BBLR dan hipotermi. Bagi RSUD Provinsi NTB dan tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesehatan bayi BBLR dengan cara mengajarkan ibu atau keluarga tentang perawatan bayi BBLR di rumah yaitu dengan cara perawatan metode kangguru (PMK), agar ibu dapat melakukan perawatan bayi BBLR yang baik di rumah. Sehingga dapat mencegah terjadinya hipotermi pada bayi
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT WARM WATER ZAK (WWZ) TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA Melina Handayani; Imtihanatun Najahah; Yunita Marliana; Ni Putu Sumartini
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v4i2.145

Abstract

Pendahuluan : Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% mengalami dismenore primer dan 9,36%  mengalami dismenore sekunder. Terapi non farmakologis dalam menurunkan nyeri dismenorea antara lain kompres hangat, pijatan pada pinggang, olahraga serta nutrisi yang baik. Terapi kompres hangat merupakan salah satu alternative pengobatan yang sangat efektif dalam menurunkan nyeri dismenorea. Pada penelitian ini bentuk kompres hangat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri dismenorea adalah dengan Warm Water Zak (WWZ).  Pemberian kompres hangat dengan WWZ  akan membuat otot-otot tubuh rileks, menurunkan nyeri dan mempelancar aliran darah. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi kompres hangat Warm Water Zak (WWZ) terhadap penurunan nyeri dismenorea. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan racangan Nonequivalent Control Group Design. Sampel  penelitian ini sebanyak 30 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Instrumen  penelitian ini antara lain SOP, Kuesioner karakteristik responden, Lembar instrumen nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS),  daftar tilik, Warm Water Zak, botol air hangat, dan thermometer air. Analisa data menggunakan Uji Mann Withney U Test. .Hasil Penelitian : Rata-rata nilai nyeri dismenorea sebelum kompres hangat WWZ adalah nyeri sedang (4-6) dan setelah kompres hangat WWZ adalah nyeri ringan (1-3). Hasil analisa data dengan Uji Mann Withney U Test  menunjukkan p value 0,421 > 0,05. Kesimpulan : Tidak terdapat  pengaruh pemberian terapi kompres hangat Warm Water Zak (WWZ) terhadap penurunan nyeri dismenorea di Posyandu Remaja Pelowok Barat. THE EFFECT OF APPLYING WARM WATER ZAK (WWZ) COMPRESSTHERAPY ON RECUDING DYSMENORRHEA PAIN  AbstractIntoduction : The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia reached 64.25%,with 54.89% experiencing primary dysmenorrhea and 9.36% experiencing secondary dysmenorrhea. Non-Pharmacological therapies to reduce dysmenorrhe pain is warm compress, waist massage, exercise and good nutrition.   Warm compress therapy is one of the most effective alternatives in reducing dysmenorrhea. This research made use of Warm Water Zak (WWZ) compress to treat dysmenorrhea. Warm compress with Warm Water Zak, it will relax the body muscles, reduce pain, and facilitate blood flow. Research objective : To determine the effect of applying Warm Water Zak (WWZ) compress therapy on reducing dysmenorrhea pain..Research methods : This research implemented quasi-experimental with Non-equivalent Control Group Design.  the samples were 30 respondents.  Sampling Technique with Purposive Sampling. The research instruments is SOP, respondent characteristic questionnaire, pain assessment with VAS, checklist, WWZ, Warm Bottle, Water thermometer. Data analysis was performed using the Mann Whitney U Test.. Research results : The average score of dysmenorrhea pain before warm compress with WWZ is moderate pain and after warm compress with WWZ is mild pain. The results of data analysis with Mann Withney U Test  is p value 0,421 > 0,05 Conclusion : There is no effect on applying Warm Water Zak (WWZ) warm compress therapy to reduce dysmenorrhea pain at Pelowok Barat Integrated Health Center.
Effect of Pelvic Rocking Technique on the Relief of Low Back Pain among Multigravida Pregnant Women Suwanti Suwanti; Yunita Marliana; Irni Setyawati
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 15 No 1 (2023): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (MAY)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v15i1.6331

Abstract

In third trimester of pregnancy, one of the problems that often arise is back pain. Back pain in pregnant women can be relieved by pelvic rocking exercise performed in a standing, sitting and lying position, both in pairs with the husband or one of the other family members. This study aims to determine the effect of pelvic rocking technique on the relief of low back pain among multigravida pregnant women. This was a pre-experimental study with pre-test and post-test non-equivalent control group design. The study was conducted at Cakranegara Community Health Center. The study samples involved 30 multigravida pregnant women. The statistical test applied here was Wilcoxon test. The results showed that regarding characteristics of respondents, most of them were in the non-risky age group by 23 respondents (76.7percent), had low education by 29 respondents (96.7percent), were unemployed (Housewives) by 25 respondents (83.3percent), had normal BMI by 18 respondents (60.0percent), had normal weight by 18 respondents (60,0percent), had a parity of more than 2 by 18 respondents (66.7percent) and were in the 25-38 weeks of gestation by 28 respondents (93.3percent). After the implementation of pelvic rocking technique, there was a decrease in mean low back pain score by 1.47. Wilcoxon test result obtained a P value of 0.00001. Pelvic rocking technique could relieving low back pain among multigravida pregnant women.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA KRAMAJAYA NARMADA Desi Rofita; Yunita Marliana; Ni Putu Dian Ayu Anggraeni; Bq. Yuni Fitri Hamidiyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15335

Abstract

ABSTRAKStunting masih menjadi isu besar bagi bangsa Indonesia. Stunting merupakan kondisi kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi yang berulang dan pola asuh yang tidak optimal. Pola asuh orang tua tentang tumbuh kembang, sangat membantu anak mencapai dan melewati pertumbuhan dan perkembangan sesuai tingkatan usianya dengan normal sehingga dapat mecegah terjadinya stunting. Apabila pengasuhan anak baik makan status gizi anak juga akan baik. Selain itu pencegahan stunting dapat dilakukan sejak remaja yaitu memberikan tablet tambah darah untuk mencegah anemia. Berdasarkan rekomendasi WHO tahun 2011, upaya penanggulangan anemia pada remaja dan wanita dewasa dipusatkan pada upaya promotif dan preventif, antara lain suplementasi zat besi, asupan makanan kaya zat besi, dan asam folat. Tujuan Pengabdian masyarakat ini dalah memberikan edukasi tentang stunting pada ibu ibu yang memiliki BADUTA, kader, dan remaja. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada ibu, kader, dan remaja terkait dengan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting. Instrumen penilaian edukasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Sasaran dalam kegiatan ini sebanyak 32 orang, terdiri dari 15 ibu yang memiliki BADUTA, kader sebanyak 7 orang, dan remaja sebanyak 10 orang. Hasil dari pemberian edukasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Ibu, Kader, dan Remaja terkait dengan pencegahan stunting. Kata kunci: ibu; kader; remaja; stunting ABSTRACTStunting is still a big issue for the Indonesian people. Stunting is a condition of failure in growth and development due to malnutrition in the first 1000 days of life (1000 HPK) caused by a lack of nutritional intake, recurrent infectious diseases and suboptimal parenting styles. Parents' parenting style regarding growth and development is very helpful for children to achieve and go through normal growth and development according to their age level so that they can prevent stunting. If the parenting is good, the nutritional status of the child will also be good. In addition, prevention of stunting can be done from a young age, namely giving iron tablets to prevent anemia. Based on WHO recommendations in 2011, efforts to overcome anemia in adolescents and adult women are focused on promotive and preventive efforts, including iron supplementation, intake of iron-rich foods and folic acid. The purpose of this community service is to provide education about stunting for mothers who have toddlers under two years old, cadres, and teenagers. The implementation of community empowerment is carried out by providing education to mothers, cadres, and youth regarding efforts that can be made to prevent stunting. The educational assessment instrument uses a pretest and posttest questionnaire. The targets for this activity were 15 mothers with toddlers under two years old, 7 cadres, and 10 teenagers. The results of providing education show that there is an increase in the knowledge of mothers, cadres and adolescents related to stunting prevention. Keywords: mothers; cadres; teenagers; stunting
PELATIHAN KADER KESEHATAN TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN Suwanti, Suwanti; Marliana, Yunita; Sundayani, Lina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1134

Abstract

Deteksi dini oleh nakes dan komunitas mengenai faktor risiko dan kesulitan, serta penanganan yang tepat seawal mungkin, menjadi kunci kesuksesan untuk menurunkan AKI dan AKB. Masalah selama masa kehamilan bisa dilacak terlebih dahulu, sehingga dibutuhkankan kecakapan anggota kerabat untuk mengidentifikasi tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas. Ditemukannya masalah saat kehamilan dapat ditangani dengan upaya pengendalian awal untuk menangkal insidensi berbagai penyulit kehamilan sampai masa nifas. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ialah mengoptimalkan skill kader posyandu untuk mendeteksi tanda-tanda bahaya kehamilan. Sasaran pengabdian kepada masyarakat adalah 30 orang kader posyandu di kelurahan Dasan Cermen. Pelatihan kader kesehatan menggunakan metode ceramah dan dievaluasi dengan sistem evaluasi pre tes dan posttes serta penilaian keterampilan dievaluasi dengan praktik pengisian kartu deteksi tanda bahaya kehamilan. Setelah pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat diperoleh hasil mayoritas pengetahuan kader tentang tanda bahaya kehamilan sebelum edukasi adalah cukup sebesar 21 orang (70,0%) dan setelah edukasi pengetahuan kader menjadi baik sebesar 17 orang (56,7%) dan cukup sebesar 13 orang (43,3%), mean pengetahuan setelah eduksi naik sebesar 10 point. Sebanyak 30 kader (100%) mampu melakukan pengisian kartu deteksi dini tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil.
Pengaruh Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kecemasan Ibu Menghadapi Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuripan Sopiatun, Rita; Husna, Eva Niamatul; Marliana, Yunita; Sundayani , Lina
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1285

Abstract

Resiko tinggi dapat mengalami berbagai permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kelas ibu hamil resiko tinggi merupakan salah satu program untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan kelas ibu hamil resiko tinggi terhadap tingkat pengetahuan dan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian pre-eksperiment dengan one group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 33 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik yang digunakan untuk pengetahuan dan kecemasan adalah uji Wilcoxon. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik dari masing–msing variabel sementara analisis bivariat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara dua variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan dengan kategori kurang sebanyak 15 orang (45,5%) dan setelah penyuluhan dengan kategori baik sebanyak 18 orang (54,5%). Sedangkan tingkat kecemasan sebelum penyuluhan dengan kategori tinggi sebanyak 18 orang (54,5%) dan setelah penyuluhan dengan kategori rendah sebanyak 22 orang (66,7%). Setelah dilakukan uji statistik menggunakan wilcoxon nilai signifikan p sebesar 0,000<0,05. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kelas ibu hamil resiko tinggi terhadap tingkat pengetahuan dan kecemasan ibu menghadapi persalinan. The Effect of Class Implementation on Level of Knowledge and Anxiety of Pregnant Women Towards Labor in The Working Area of The Kuripan Health Center Abstract High-risk pregnant women can experience various problems that are influenced by various factors. The class for high-risk pregnant women is a program to increase knowledge and reduce anxiety in pregnant women. This study aims to determine the effect of implementing classes for high-risk pregnant women on the level of knowledge and anxiety of mothers in facing childbirth. This study used a pre-experimental research design with one group pretest-posttest. This study involved 33 pregnant women who met the inclusion criteria. The statistical test used for knowledge and anxiety is the Wilcoxon test. Univariate analysis is used to describe the characteristics of each variable while bivariate analysis is used to identify the relationship between the two variables. Results: The results showed that the level of knowledge before counseling was in the less category as many as 15 people (45.5%) and after counseling with good categories as many as 18 people (54.5%). While the level of anxiety before counseling in the high category was 18 people (54.5%) and after counseling in the low category were 22 people (66.7%). After statistical tests were carried out using Wilcoxon, the significant value of p was 0.000 <0.05. It can be concluded that there is an influence of the class of high-risk pregnant women on the level of knowledge and anxiety of mothers facing childbirth.