This research article aims to determine the criteria for a good life according to the Qur'an, examine the interpretation of related verses, and analyze the correlation between these criteria and the concept of a good life from an Islamic perspective. The type of research used is library research, namely a data collection method carried out by searching various literature sources such as books, scientific journals, tafsir books, and other relevant references related to the research theme. The data obtained is then analyzed systematically to produce a complete understanding. In the interpretation process, this study uses the maudhu'i (thematic) interpretation method, namely a method that focuses on a particular theme, then collects all verses of the Qur'an related to that theme for a comprehensive study. With this method, the concept of the criteria for a good life can be understood in a more focused and contextual manner. The results of the study show that in general the criteria for a good life are often understood as worldly things, such as abundant wealth, a decent place to live, and physical health. However, based on the interpretation of QS. According to verse 97 of An-Nahl, the criteria for a good life in the Qur'an are summarized in three main aspects: well-being, contentment (qana'ah), and happiness. Well-being is not only interpreted in material terms but also encompasses peace of mind. Contentment is a pillar that fosters gratitude and inner satisfaction. From these two aspects, true happiness is born, encompassing both worldly and afterlife, culminating in eternal bliss in God's paradise. Thus, the concept of a good life in the Qur'an is holistic, balanced, and oriented not only toward worldly aspects but also toward spiritual and hereafter aspects. Abstrak Artikel penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria hidup baik menurut Al-Qur’an, menelaah penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengannya, serta menganalisis korelasi antara kriteria tersebut dengan konsep kehidupan yang baik dalam perspektif Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan melalui penelusuran berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, kitab tafsir, dan referensi relevan lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. Dalam proses penafsiran, penelitian ini menggunakan metode tafsir maudhu’i (tematik), yaitu metode yang berfokus pada satu tema tertentu, kemudian menghimpun seluruh ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema tersebut untuk dikaji secara menyeluruh. Dengan metode ini, konsep kriteria hidup baik dapat dipahami secara lebih terarah dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kriteria hidup baik sering dipahami sebagai hal yang bersifat duniawi, seperti harta yang melimpah, tempat tinggal yang layak, dan kesehatan jasmani. Namun, berdasarkan penafsiran QS. An-Nahl ayat 97, kriteria hidup baik dalam Al-Qur’an terhimpun dalam tiga aspek utama, yaitu kesejahteraan, rasa cukup (qana’ah), dan kebahagiaan. Kesejahteraan tidak hanya dimaknai secara material, tetapi juga mencakup ketenangan jiwa. Sikap qana’ah menjadi penopang yang melahirkan rasa syukur dan kepuasan batin. Dari kedua aspek tersebut, lahirlah kebahagiaan sejati yang mencakup kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, dengan puncaknya adalah kebahagiaan abadi di surga Allah. Dengan demikian, konsep hidup baik dalam Al-Qur’an bersifat holistik, seimbang, dan tidak hanya berorientasi pada aspek duniawi, tetapi juga spiritual dan ukhrawi.
Copyrights © 2024