Penelitian ini mencerminkan kesadaran akan rendahnya kemampuan literasi sains di antara siswa kelas VIII di SMPN 1 Pallangga, terutama pada mata pelajaran IPA. Melalui fokus pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024, penelitian ini berusaha menjawab permasalahan tersebut dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berupa guided inquiry. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh guided inquiry terhadap literasi sains siswa dan mengukur sejauh mana peningkatan tersebut terjadi.Penelitian ini mengadopsi metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur literasi sains adalah soal literasi sains yang menitikberatkan pada tiga indikator literasi sains. Skor dari setiap pertanyaan disesuaikan dengan ranah kognitifnya masing-masing.Data yang terkumpul berupa data kualitatif, khususnya nilai tes literasi sains. Pada prasiklus, hasil menunjukkan nilai rata-rata sebesar 49.78, yang masuk dalam kategori cukup. Namun, dengan diterapkannya guided inquiry pada siklus I, terjadi peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 73.20 dan kategorinya menjadi baik. Siklus II tetap menunjukkan hasil positif dengan nilai rata-rata sebesar 70.78, tetapi tetap dalam kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model guided inquiry dalam proses pembelajaran memiliki dampak positif terhadap kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII di SMPN 1 Pallangga. Hasil ini mengindikasikan bahwa pendekatan ini dapat efektif membantu siswa meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi sains peserta didik
Copyrights © 2023