Ramlawati
Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry dalam Upaya Meningkatkan Literasi Sains di Kelas VIII SMPN 1 Pallangga Rijal; Ramlawati; Suryanti Tahir
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.946

Abstract

Penelitian ini mencerminkan kesadaran akan rendahnya kemampuan literasi sains di antara siswa kelas VIII di SMPN 1 Pallangga, terutama pada mata pelajaran IPA. Melalui fokus pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024, penelitian ini berusaha menjawab permasalahan tersebut dengan menerapkan pendekatan pembelajaran berupa guided inquiry. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh guided inquiry terhadap literasi sains siswa dan mengukur sejauh mana peningkatan tersebut terjadi.Penelitian ini mengadopsi metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur literasi sains adalah soal literasi sains yang menitikberatkan pada tiga indikator literasi sains. Skor dari setiap pertanyaan disesuaikan dengan ranah kognitifnya masing-masing.Data yang terkumpul berupa data kualitatif, khususnya nilai tes literasi sains. Pada prasiklus, hasil menunjukkan nilai rata-rata sebesar 49.78, yang masuk dalam kategori cukup. Namun, dengan diterapkannya guided inquiry pada siklus I, terjadi peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 73.20 dan kategorinya menjadi baik. Siklus II tetap menunjukkan hasil positif dengan nilai rata-rata sebesar 70.78, tetapi tetap dalam kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model guided inquiry dalam proses pembelajaran memiliki dampak positif terhadap kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII di SMPN 1 Pallangga. Hasil ini mengindikasikan bahwa pendekatan ini dapat efektif membantu siswa meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi sains peserta didik
Design Alat Peraga IPA dan Kebermanfaatannya Berdasarkan Hasil Workshop Terhadap Alumni Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Salma Samputri; Ramlawati; Rifda Nur Hikmahwati Arif; Rifda Mardian Arif; St. Mulia Alfiyanti Muhiddin
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 2 (Juni 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i2.376

Abstract

Penggunaan alat peraga IPA merupakan format pembelajaran yang mengintegrasikan pemahaman dan pemanfaatan IPA ke dalam rangkaian proses belajar mengajar sehingga siswa dapat secara mandiri memperoleh pengetahuan proses. Hasil penelitian yang didapatkan yakni respon alumni yang mengetahui tentang design alat peraga, yang menjawab sangat setuju sebesar 64,7%, yang menjawab setuju sebesar 29,4% dan yang lainnya tidak setuju. Dan respon alumni tentang kebermanfaatan alat peraga yang menjawab dengan berbagai respon positif yaitu salah satunya “bermanfaat untuk memudahkan dalam menyampaikan materi".
Peningkatan Kapasitas Peternak dalam Produksi Pupuk Organik Padat dan Cair Berbasis Teknologi Tepat Guna di Desa Laikang, Kabupaten Takalar Nurhayani H. Muhiddin; Irwandi Rahmat; Akhmad Syakur; Putri Damayanti; Ramlawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15338

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan cair berbasis teknologi tepat guna di Desa Laikang, Kabupaten Takalar. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah belum optimalnya pemanfaatan limbah ternak, sehingga limbah masih berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan belum memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi tepat guna yang diterapkan berupa bak kompos dan drum fermentasi yang sederhana, mudah digunakan, berbiaya rendah, serta sesuai dengan kondisi peternak lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak pada seluruh indikator yang diamati. Pemahaman peternak mengenai prosedur dasar pengomposan dan fermentasi meningkat dari 2 orang menjadi 15 orang, keterampilan menggunakan alat sederhana meningkat dari 6 orang menjadi 18 orang, keterampilan membuat pupuk organik cair meningkat dari 8 orang menjadi 18 orang, kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan meningkat dari 4 orang menjadi 14 orang, serta kemampuan mengikuti prosedur operasional standar pengelolaan limbah meningkat dari 3 orang menjadi 15 orang. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan penerapan teknologi tepat guna efektif dalam meningkatkan kapasitas peternak. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengelolaan limbah ternak yang lebih produktif, ramah lingkungan, bernilai ekonomi, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan di tingkat masyarakat desa.
Analysis of Students’ Ability to Develop Critical Thinking Skills Assessment Instruments Using Discussion and Lecture-Based Learning Methods Rifda Nur Hikmahwati Arif; Ramlawati; Nur Indah Sari; Andi Tri Riski Ramadani
International Journal of Educational Practice and Policy Vol. 4 No. 1 (2026): March-April 2026
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/ijepp.v4i1.354

Abstract

Critical thinking skills are essential competencies in 21st-century education because they support students in analyzing information, evaluating arguments, and making reasoned decisions. In science education, these skills are important not only for understanding scientific concepts but also for solving complex problems and interpreting evidence. However, developing valid and reliable assessment instruments for measuring critical thinking remains a challenge, especially for pre-service teachers. This study aims to analyze the ability of Science Education students to develop critical thinking assessment instruments and to compare the effectiveness of three frameworks: Facione, Watson–Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA), and Ennis. The research employed a quantitative approach using a descriptive–comparative design involving 27 students enrolled in an assessment instrument development course. Data were collected through the evaluation of instruments developed by students using a validated rubric and analyzed using descriptive and inferential statistical techniques. The results indicate that students demonstrated good ability in developing critical thinking assessment instruments. The average scores were 70.45 for Facione, 82 for WGCTA, and 78.18 for Ennis. The analysis showed no significant difference among the three frameworks, indicating comparable effectiveness in supporting students’ ability to develop critical thinking assessment instruments.