Kelengkapan resume medis merupakan hal yang harus diperhatikan oleh tenaga perekam medis. Data klinis, diagnosis utama, diagnosis sekunder, dan prosedur tindakan harus tertulis dengan jelas dan lengkap pada lembar resume medis hal ini berkaitan dengan penagihan kembali biaya, beserta hal-hal lain yang berkaitan dalam asuhan dan pelayanan kesehatan. INA-CBGs (Indonesia Case base Groups) yang merupakan sebuah aplikasi yang digunakan oleh rumah sakit dalam pengajuan klaim dengan sistem paket berdasarkan penyakit yang diderita, dan kemudian rumah sakit akan mendapatkan pembayaran sesuai dengan rata-rata biaya yang dihabiskan oleh kelompok diagnosis. Penelitian menggunakan rancangan observasional dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian masih ditemukannya ketidak lengkapan pengisian resume medis terkait variabel diagnosis utama, diagnosis sekunder, dan prosedur tindakan, sehingga menyebabkan potensi ketidak sesuaian standar tarif INA-CBGs. Ketidak lengkapan pengisian resume medis disebabkan banyak faktor dan hasil peneltian ini menyarankan agar dilakukan evaluasi dan sosialisasi Standar Prosedur Operasional (SPO), diberlakukannya system reward dan punishment, Monitoring dan Evaluasi tentang formulir rekam medik
Copyrights © 2024