Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Creative Problem Solving (CPS) terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didikpada materi pengukuran di SMAN 3 Praya, Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group. Sampel penelitian diambil dengan tekhnik non probability atau sampel jenuh, dimana 2 kelas digunakan sebagai sampel kelas XE5 dan XE6. Instrumen penelitian meliputi tes keterampilan berpikir kreatif yang berfokus pada empat indikator: kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah 27,59 dan skor post-test adalah 62,31, sedangkan kelas kontrol memiliki skor rata-rata pre-test 25,84 dan post-test 59,75. Persentase peningkatan keterampilan berpikir kreatif di kelas eksperimen untuk indikator kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi meningkat dari 49,9% menjadi 78,5%, 25% menjadi 60,5%, 19,3% menjadi 55,5%, dan 16,3% menjadi 54,8%. Uji hipotesis menggunakan uji t sampel independen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari model CPS terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Skor N-Gain untuk kelas eksperimen adalah 0,47, sedangkan untuk kelas kontrol 0,45, keduanya dikategorikan sebagai peningkatan sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa model CPS efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik, terutama dalam pembelajaran fisika.
Copyrights © 2024