Usaha tahu yang semakin berkembang di tengah banyaknya pesaing dengan usaha sejenis tetap memerlukan strategi pengambilan keputusan dalam mengelola suatu usaha. Tujuan dari penelitian ini, yaitu memberikan gambaran yang menyeluruh dan terpadu mengenai kondisi internal dan eksternal suatu industri yang memungkinkan produsen untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan merancang strategi yang lebih efektif dengan mengkolaborasikan antara analisis estimasi dan peramalan biaya serta matriks SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode desain konvergen yaitu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan, tetapi terpisah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kuadrat terkecil merupakan metode yang paling tepat digunakan dalam menyusun anggaran karena memiliki galat peramalan baku yang paling kecil, yaitu sebesar 0,979. Dalam pengambilan keputusan, pelaku usaha tahu gedogwetan dapat melakukan 4 alternatif strategi yaitu strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu melakukan strategi integrasi ke belakang, strategi ST (Strength-Threats) dengan melakukan pengembangan pasar, strategi WO (Weakness-Opportunities) yaitu melakukan integrasi ke depan, penetrasi pasar, strategi WT (Weakness-Threats) yaitu dengan menggunakan mesin penggiling dan konsisten terhadap kualitas tahu.
Copyrights © 2024